Minggu, 21 November 2021, 21:49 WIB

Istri Anak Mantan Wali Kota Blitar Persoalkan Jaminan Pinjaman Koperasi Rp 5 M

Blitar, (afederasi.com) – Devi Chandra Febriana warga Jalan Kelud no 32, Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan  Kepanjen Kidul, Kota Blitar mempersoalkan jaminan sertifikasi tanah kepada koperasi Kartika Jaya Abadi yang berkantor di Jalan Kenari Kota Blitar.

“Kami ditunjuk sebagai kuasa hukum Devi Chandra Febriana, istri Henry Pradipta Anwar (anak mantan Wali Kota Blitar Samanhudi-red) dalam urusan jaminan pinjaman di koperasi,”tegas Sintua Widiatmoko ketika dikonfirmasi afederasi.com, Rabu (17/11/2021).

Sintua Widiatmoko dari Sintua Radjawane SH  & Partners menjelaskan klienya merasa dirugikan. Pasalnya informasinya ada rencana pelalangan jaminan pinjaman di koperasi tersebut diduga kuat tidak sesuai dalam perjanjian. Bahkan klienya tidak mengetahui secara detil perjanjian pinjaman yang dilakukan oleh suaminya Henry Pradipta Anwar.

“Informasinya justru yang akan dilelang adalah harta bersama Hendry dan Devi yaitu sertifikat tanah yang ada di Kelurahan Bendo,”paparnya.

Menurut Sintua Radjawane kasus tersebut bermula dari hutang piutang antara Hendry Pradipta Anwar dengan Koperasi Kartika Jaya Abadi. Dalam perjanjian pinjaman sebesar Rp 5 miliar itu dilakukan oleh Hendry Pradipta Anwar bersama dengan Okky Yohan Diastanto sebagai ketua koperasi. Pinjaman yang dilakukan tersebut menggunakan jaminan 4 sertifikat tanah. Dari empat sertifikat tersebut diantaranya SHM atas nama Hendri, sedangkan tiga SHM yang lain atas nama Samanhudi Anwar.

Permasalahan muncul ketika pihak koperasi menuntut untuk melelang jaminan yang tidak sesuai, pihak koperasi justru meminta lelang jaminan harta gono gini milik Hendry dan Devy. Dari lelang jaminan tersebut hanya satu yang merupakan harta bersama Hendry dan Devi yaitu sertifikat tanah yang ada di Kelurahan Bendo. Sedangkan tiga jaminan lainnya justru bukan dari agunan yang ada dalam perjanjian antara Hendry dan koperasi.

“Jadi rencana yang dilelang koperasi tersebut bukan dari jaminan perjanjian yang dilakukan oleh Hendry dan pihak koperasi. Selain itu, istri Hendry yang secara hukum harus ikut tanda tangan justru tidak diikut sertakan dalam tanda tangan jaminan,” ujar Sintua.

Sintua menambahkan bahwa saat ini antara Hendry dan Devi kabarnya dalam proses persidangan cerai di Pengadilan Agama Blitar. Namun yang sangat disesalkan oleh kliennya bahwa semua hutang yang dibebankan kepada harta bersama kedua pasangan tersebut.

“Kliennya tidak mengetahui sama sekali. Justru baru mengerti saat pihak koperasi meminta untuk melelangnya,”tegasnya.

Sementara saat wartawan datang ke koperasi Jaya Abadi, ketua koperasi tidak berada di tempat dan hanya bisa menemui pegawainya yang bernama Rini. Saat ditanya tentang keberadaan Okky, salah satu pegawainya m ngatakan bahwa ketua koperasi tidak masuk.

“Pak ketua tidak masuk. Terkait dengan permasalahan jaminan dirinya tidak tahu, hanya Pak Okky yang mengerti,” ujarnya. (ang/am)

News Feed