oleh

Dua Pelaku Pencabulan Siswi SMP, Dibekuk Polisi

Ilustrasi

Tulungagung, (Afederasi.com) – Pasca mendapat aduan dari orang tua korban pencabulan pada Senin (28/10/2019), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung langsung bergerak cepat.
Hasilnya, polisi berhasil mengamankan dua pemuda yang diduga sebagai pelaku yakni CK (22) warga Desa Rejoagung dan TR (22) warga Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru.

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara, akhirnya keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di MapolresTulungagung.

Keduanya, diduga kuat memenuhi unsur-unsur pidana sebagaimana dalam UU Nomor 23 tahun 2002 yang diubah dalam  UU Nomor 35 tahun 2014 dan diubah lagi UU Nomer 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah penganti undang undang No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atau UU No 23 tahun 2002 tentang Pelindungan Anak.

Untuk CK diduga melanggar pasal 76e jo Pasal 81 (1) dan atau pasal 76e jo pasal 82 (1). Sedangkan untuk TK pasal 76E Jo pasal 82 ayat (1).

“Saat ini kedua tersangka sudah kami amankan,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Anwari, Rabu (30/10/2019).

Baca Juga  Terdakwa Pencabulan Anak Tiri Divonis 15 Tahun Kurun Penjara

Anwari mengatakan, sebelumnya kedua tersangka tersebut diperiksa sebagai saksi atas dugaan perbuatan cabul dan persetubuhan dibawah umur. Setelah dilakukan gelar perkara, ternyata unsur-unsur pidananya masuk. Hal tersebut juga dikuatkan dengan keterangan korban dan saksi.

Anwari melanjutkan, untuk tersangka CK dijerat dengan tiga pasal sekaligus, yakni pencabulan, persetubuhan dan hal itu dilakukan karena adanya ancaman kekerasan.

“Sedangkan TR hanya dua pasal, yakni pencabulan dengan disertai kekerasan,” imbuhnya.

Anwari melanjutkan, kini kedua tersangka masih dalam proses penyidikan. Pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan terkait motif kedua tersangka.

“Nanti kalau hasil pemeriksaan sudah selesai, pasti akan kami sampaiakan, ditunggu saja,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, pertemuan kedua tersangka dengan korban bermula saat korban yakni AN (14) bersama temannya SE (12) sedang mondok di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru. Selanjutnya pada Sabtu (26/10/2019) sekitar pukul 19.00 WIB saat di ponpes ada kegiatan sholat berjamaah, korban dan saksi justru pergi meninggalkan pondok menuju area pinggir kali (pinka) Sungai Ngrowo dengan berjalan kaki.

Baca Juga  Tak Butuh Lama, Empat Pelaku Pemerkosaan Ditangkap, Satu Pelaku Masih Dibawah Umur

Selanjutnya, korban bertemu dengan dua tersangka. Karena saat itu korban mengaku ingin meninggalkan ponpes, akhirnya kedua tersangka merayu agar korban dan temannya bersedia tinggal sementara di rumah salah satu tersangka yang kosong.

Setelah bermalam di rumah tersebut, niat kedua tersangka untuk merudapaksa akhirnya muncul. Sekitar pukul 16.00 WIB korban dicabuli oleh TR.

Kemudian sekitar pukul 20.00 WIB giliran CK yang menyetubuhi korban.(ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed