oleh

Dalami Kasus Penganiayaan Hingga Perampasan Mobil, Polisi Gelar Rekonstruksi

Lamongan (afederasi.com) – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan hingga berujung perampasan mobil oleh sejumlah oknum Debt Collector.

Terbaru, Korps Baju Cokelat tersebut menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) masuk Pasar Agrobis Kecamatan Babat pada Senin (31/8/2020).

Berdasarkan pantauan afederasi.com, rekontruksi tersebut dipimpin langsung Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Satreskrim Polres Lamongan Ipda Arif Setiawan beserta para anggotanya.

Tampak, polisi mengulas ulang kejadian di tempat perkara, sambil mengumpulkan para saksi mata yang melihat peristiwa penganiayaan yang berada di lokasi kejadian

“Kami akan memanggil saksi mata, kemudian mereka akan diminta keterangannya guna proses pendalaman lebih lanjut,” kata Arisf Setiawan.

Sementara itu, salah satu saksi mata yang enggan menyebutkan identitasnya juga membenarkan adanya keributan hingga mengetahui adanya salah satu orang yang dipegang lehernya guna dimasukkan kedalam mobil.

Sedangkan korban Agus Winarno mengaku sangat menyesalkan atas insiden yang menimpa dirinya. Menurutnya, dirinya hanya menggadaikan BPKB mobilnya, dan telat beberapa bulan akibat kendala ekonomi yang dialaminya mengalami penurunan akibat masa pandemi ini.

Baca Juga  Pergantian Tahun Baru Islam, Bupati Ajak Warga Berdoa Agar Pandemi Covid-19 Berakhir

“Saya sampai ketakutan mas, kenapa saya harus disekap dan dihantam mulut saya, bahkan merobek celana saya untuk mengambil kunci mobil,” kata Agus yang juga berprofesi sebagai jurnalis tersebut.

Dia berharap, pihak Kepolisian mampu mengusut tuntas para Debt Collector yang bertindak semena-mena ini. Harapannya, kedepan agar mereka bertindak lebih manusiawi.

“Semoga para pelaku yang menghajar dan merampas mobil saya segera diproses secara hukum yang berlaku,” ucapnya.

Sebab lanjut Agus, sesuai Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011,  dimana satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah Kepolisian atas keputusan Pengadilan.

Seperti yang diketahui, kasus penganiayaan dan penyekapan, hingga berujung perampasan mobil yang dilakukan oleh sejumlah oknum Debt Collector ini terjadi pada Kamis (27/8/2020). (ra/yp)

News Feed