oleh

Dalami Dugaan Prostitusi, Polisi Datangi Panti Pijat di Kota Pahlawan

Surabaya, (afederasi.com) – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polrstabes Surabaya mendatangi panti pijat di Ruko Ngagel Jaya jalan Mustika pada Kamis (3/9/2020) sore. Kedatangan korps Baju Cokelat tersebut untuk mendalami adanya dugaan praktek prostitusi berkedok panti pijat.

Berdasarkan pantauan afederasi.com, tampak dua polisi wanita (polwan) dan satu polisi laki-laki (polki) masuk ke ruko dua lantai tersebut. Setelah beberapa menit berada di dalam ruko, ketiganya keluar ruko berikut tujuh orang yang diduga sebagai tiga tamu, tiga terapis, dan satu pengelola panti pijat.

“Untuk keperluan pemeriksaan, mereka kami amankan ke Mapolrestabes,” kata salah satu anggota AIPDA Joko kepada afederasi.com.

Joko melanjutkan, pada saat dilakukan pemeriksaan ternyata ketiga tamu tersebut belum melakukan pembayaran kepada pihak pengelola panti pojat. Artinya, perlu dilakukan pendalaman lagi untuk barang bukti dugaan prostitusi.

“Meski dipulangkan, mereka masih dibutuhkan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara itu, RT yang merupakan istri dari pengelola panti pijat tersebut mengungkapkan, dirinya sempat senang karena mendapat konsumen tiga orang sekaligus. Namun setelah itu, tiba-tiba ada dua polwan yang datang menuju lantai dua.

Baca Juga  PSSI Tinjau Langsung Progres Stadion GBT Surabaya

“Saya sempat kaget juga, karena ada polwan datang,” katanya.

RT menambahkan, atas kejadian ini dirinya hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke polisi. Yang jelas, dugaan negatif tentang panti pijat yang dikelolanya itu adalah tidak benar. (al/yp)

News Feed