oleh

Berdalih Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Kuli Bangunan asal Balun Gasak Kotak Amal

Lamongan, (afederasi.com) – Berdalih terdesak kebutuhan ekonomi, KW (50) warga Desa Desa Balun Kecamatan Turi ini harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pria yang bekerja sebagai kuli bangunan tersebut diduga mencuri sebuah kotak amal di dalam warung JMP Coffe masuk Jalan Kusuma Bangsa Kelurahan Tumenggung.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, KW telah diamankan di Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“KW berhasil ditangkap saat membuka hasil curiannya di belakang Gor Lamongan,” tegas Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP David Manurung melalui Kanit Pidum Ipda Sunandar.

Sunandar menjelaskan, KW mencuri kotak amal berisikan uang sebesar Rp 163.900 pada Selasa (8/9/2020) sekitar pukul 03.45 WIB yang lalu. Ia masuk ke dalam warung dengan cara merusak kunci pintu bagian depan.

“Setelah berhasil masuk KW langsung mengambil sebuah kotak amal dan membawa hasil curiannya tersebut ke belakang GOR lamongan,” jelasnya.

Kemudian lanjut Sunandar, KW membuka kotak amal jariyah ini dengan cara memecahnya dengan tang. Di dalamnya berisikan uang sebesar Rp. 163.900, dengan rincian dua lembar uang kertas pecahan Rp  5 ribu, selembar uang kertas pecahan Rp 10 ribu,  lima puluh dua lembar uang kertas pecahan Rp 2 ribu, dan sembilan belas lembar uang kertas pecahan Rp 1 ribu.

Baca Juga  Puluhan Koperasi Tunda RAT, Dampak Pandemi Covid-19

Kemudian, dua puluh satu buah uang koin pecahan Rp 1 ribu, sembilan puluh tiga buah uang koin pecahan Rp 500, sembilan belas buah uang koin pecahan Rp 200, dan dua puluh enam buah uang koin pecahan Rp 100.

“Kami juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor merk Honda Vario S 2580 ML milik tersangka yang digunakan menjalankan aksi pencurianya,” bebernya.

Dihadapan petugas, tersangka KW ini juga mengaku sudah melakukan aksinya beberapa kali di wilayah Lamongan Kota. Alasannya uang hasil pencurian kotak amal itu digunakan untuk keperluan sehari-hari.

“Pelaku telah ditahan dan ditetapkan tersangka,” tegasnya.

Sunandar menambahkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara. (ra/yp)

News Feed