Jumat, 22 Oktober 2021, 16:39 WIB

Antisipasi Pinjol Ilegal, Polres Kediri Buka Posko Layanan Masyarakat

Kediri, (afederasi.com) – Polres Kediri membuka posko layanan pengaduan masyarakat soal pinjaman online ilegal (Pinjol). Layanan ini dibuka sebagai langkah antisipasi maraknya praktik pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat beberapa hari ini.

Diharapkan dengan adanya posko ini nantinya masyarakat bisa melaporkan terkait tindakan dari oknum pinjol, dengan melampirkan data seperti surat pengaduan, data aplikasi pinjol, bukti transfer dan nomor pelapor. Selain itu nomor terlapor, screenshot penagihan dan juga saksi.

“Lebih jelasnya, masyarakat bisa menghubungi di nomor 081249948568 atau mengirimkan email di [email protected],” ujar Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, Jum’at (22/10/2021).

Lukman mengatakan layanan hotline ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang diteruskan lewat Kapolri.

“Banyak masyarakat yang dirugikan dengan adanya pinjaman online. Untuk itu kami dari Polres kediri menerima pengaduan dari masyarakat, tentang adanya Pinjol,” sambungnya.

Saat ini, Lukman mengaku gencar melakukan patroli cyber di media sosial untuk mencari tahu dan menemukan penawaran yang biasa dilakukan pihak pinjol. Pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk rutin mengecek sejumlah media sosial dengan berkoordinasi lembaga terkait.

Baca Juga  Peringati Hari Pahlawan, Polres Kediri Gelar Drag Bike

“Apabila ditemukan kita langsung melakukan penyelidikan. Kami tentunya akan melakukan penegakan hukum,” ungkap AKBP Lukman.

Lukman mengakui bahwa keberadaan pinjol sempat menjadi pilihan masyarakat. Apalagi di situasi akibat pandemi saat ini. Kendati demikian, dia meminta masyarakat lebih waspada dan berhati-hati. Sebab kemunculan berbagai layanan pinjol ilegal justru membuat masyarakat kian merugi.

Terkait masyarakat yang sudah menjadi korban pinjaman online ilegal bisa melaporkan kejadian ini ke Polres Kediri.

“Kami membuka posko pengaduan, jika ada masyarakat yang menjadi korban bisa melaporkan dan akan segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (sya/dn)

News Feed