oleh

Ancaman Pidana Hingga 8 Tahun, Banyak Tersangka Meneteskan Air Mata

Situbondo, (afederasi.com) – Puluhan oknum anggota PSHT yang menjadi tersangka kasus pengeroyokan, dan perusakan terancam hukuman penjara hingga 8 tahun. Demikian seperti disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat konferensi pers di Polres Situbondo, (12/8/2020)

Mendengar acaman tersebut, sebagian tersangka yang dihadirkan dalam agenda konferensi pers, ada yang meneteskan air mata. Menyembunyikan oenyesalannya itu, sebagian tersangka terus menundukkan wajahnya menghindari sorotan kamera awak media.

“Pasal yang disangkakan ini ancaman hukumannya 5 sampai 8 tahun, dan akan kami lakukan penahan kepada tersangka kecuali yang anak di bawah umur,” terang Trunoyudo.

Dilain pihak, Kapolres Situbondo AKBP Sugandi merinci, jika sebagian besar tersangka diancam dengan pasal berlapis, dan ancaman hukuman yang dijerat pada tersangka rata-rata diatas lima tahun.

“Jadi pasal yang disangkakan itu pasal 170 ada yang pasal 160, pasal 214, 216, juntonya itu 55 dan 56. Tetapi yang paling dominan terjerat dengan pasal 170 junto 55 dan 56, juga 214,” jelas Sugandi.

Baca Juga  Perbatasan Jember-Bayuwangi Dijaga Brimob Polda, Tiga Anggota PSHT Disuruh Pulang

Diberitakan sebelumnya, polisi terus memburu pelaku penganiaya dan perusakan puluhan rumah dan kios, serta empat mobil termasuk pembakaran kios bensin di Desa Tribungan dan Desa Kayu Putih. Hingga saat ini, dari insiden kejahatan tersebut sudah 45 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, bahkan diantaranya adalah anak berhadapan hukum (ABH).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat menggelar konferensi pers di markas Polres Situbondo, Rabu (12/8/2020). Perwira berpangkat melati tiga ini juga menegaskan, jika jumlah tersangka bisa saja bertambah.

“Dari 80 orang yang kami amankan, 45 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Jumlah itu bisa saja bertambah, karena penyidik msih terus bergerak,” terangnya.(ari/am)

News Feed