oleh

Ancam Aksi Lebih Besar, Deadline Polres 5 Hari Tangkap Pelaku

Situbondo, (afederasi.com) – Aksi massa dari Jaringan Pecinta Guru dan Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafiiyah (IKSASS), mengancam untuk menggelar aksi lebih besar jika dalam waktu lima hari, pelaku dugaan penipuan yang mencatut foto pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Kiai Azzim tidak segera dibekuk.

Pernyataan itu disampaikan oleh koordinator aksi pada Selasa (01/9/2020) kemarin, Sunardi Muhib. Menurutnya, ancaman tersebut bukan gertakan belaka, melainkan akan benar terealisasi jika Polres Situbondo tidak menepati janjinya.

“Kami akan kembali beraksi dengan jumlah massa yang lebih besar, jika dalam tempo 5 hari pelaku tidak segera ditangkap. Terlebih, ini bukan kejadian yang pertama kalinya guru kami dirugikan oleh ulah oknum tidak bertanggungjawab,” beber Sunardi, dihubungi melalui teleponnya selulernya, Rabu (2/9/2020).

Informasi lain yang diperoleh, konon tidak hanya kali ini kasus pencatutan nama, foto, serta lambang Ponpes Salafiyah Syafiiyah dimanfaatkan untuk aksi dugaan penipuan disosial media facebook. Sejak dua tahun terakhir, setidaknya sudah ada empat kasus, dan semuanya tidak bisa diungkap oleh aparat penegak hukum.

Baca Juga  Pendopo Sabha Swagata Dibanjiri Massa, Wakapolda Jatim Saksikan Simulasi Sispamkota

Kasus pertama sudah lapor Polres bahkan hingga ke Polda Jatim, termasuk swadaya pantau pergerakan pelaku oleh tim IT pesantren, dan sempat dilakukan penggrebekan oleh Polda, namun progresnya nihil, kasus kedua lapor Polres dan dapam prosesnya prosesnya nihil.

Dalam kasus ketiga pihak Ponpes kembali lapor Polres, bahkan secara Slswadaya mendeteksi pelaku oleh tim IT pesantren, swadaya mendatangi titik koordinat, koordinasi dengan Kapolres kabupaten tetangga, laporan ulang di Polres, hingga akhirnya dilakukan penangkaan namun kembali gagal.

Pada kasus yang terakhir inilah kemudian Ponpes mengekuarkan surat edaran, yang menyatakan tidak pernah ada kegiatan penggandaan uang, sehingga secara sporadis melakukan pelacakan, swadaya melakukan penjemputan, melakukan penggrebekan didampingi aparat terkait, melaporkan ke Polisi hingga akhirnya Polres Situbondo hanya menetapkan satu orang tersangka, dan masuk DPO, sementara lima orang yang sebelumnya diinterogasi polisi hanya ditetapkan sebagai saksi.

“Jadi bukan sekali saja kasus serupa terjadi, sudah empat kali dan tidak satupun kasus itu tidak ada yang berhasil diungkap. Kami sangat kecewa dengan kondisi ini, dan kami bergerak merupakan panggilan hati demi membela dan menjaga nama baik guru kami,” tegas Sunardi lagi.

Baca Juga  Abaikan Sila Keempat Pancasila, Demontrasi Bermunculan

Diberitakan sebelumnya, ribuan massa yang tergabung dalam Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafiiyah (Iksass), ‘mengepung’ markas Polres Situbondo, Selasa (01/9/2020). Mereka mengeluarkan sejumlah tuntutan, diantaranya menangkap pelaku inisial Z segera, dan menetapkan lima orang saksi yang sebelumnya diinterogasi penyidik Polres Situbondo.(ari/am)

News Feed