oleh

20 Kali Beraksi, Pasutri Asal Brengkok Diciduk Polisi

Lamongan, (afederasi.com) – Perilaku pasangan suami istri (pasutri), AH (43) dan NA (40) asal Desa Brengkok Kecamatan Brondong ini sungguh tidak patut ditiru. Pasalnya, keduanya diduga telah melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di dua puluh lokasi yang berbeda dan dua sepeda angin.

Aksi pasutri tersebut baru bisa dihentikan setelah keduanya diciduk Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan.

Kapolres Lamongan AKBP Harun menjelaskan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan salah satu korban ke Polsek Brondong. Setelah dilakukan penyelidikan dan pendalaman, Tim Jaka Tingkir berhasil mengamankan satu unit sepeda motor di rumah tersangka.

“Kasus ini dikembangkan lagi, sehingga petugas berhasil mengamankan barang bukti sebanyak dua puluh sepeda motor berbagai merk,” ungkapnya, Selasa (8/9/2020_.

Kepada petugas, pasutri tersebut juga mengaku melakukan aksi pencurian sepeda motor di dua puluh TKP yang berbeda. Diantaranya di Wilayah Kecamatan Brondong sepuluh kali, Paciran dua kali, Solokuro tujuh kali, dan wilayah Tuban satu kali.

Modus yang dilakukan tersangka lanjut Harun, keduanya terlebih dahulu merencanakan aksinya. Mereka mencari sasaran sepeda motor yang kuncinya masih tertancap dengan berkeliling berboncengan.

Baca Juga  Jual Sepeda Hasil Curian, Dua Pemuda Diciduk

“Saat diperjalanan, kedua tersangka selalu memperhatikan motor yang kuncinya masih tertancap,” jelasnya.

Lebih lanjut Harun menjelaskan, sesampainya di tempat kejadian yakni dijalan Dusun Widhe Desa Sendanghario Kecamatan Brondong, mereka menemukan sepeda motor Hinda Vario warna putih silver S 3467 MM dengan kunci yang masih dalam keadaan tertancap. Ketika merasa aman, AH berhenti dari kendaraan yang dikendarainya dan turun. Kemudian kendaraan yang di kendarainya langsung diambil alih oleh istrinya yakni NA. Lalu AH mendekati sepeda motor tersebut, dan membawanya kabur bersama-sama dengan istrinya.

“Hasil curian sepeda motor tersebut kemudian dijual oleh kedua tersangka, tetapi sebelumnya sudah diganti plat nomor dan body sepeda motor,” tambahnya.

Atas perbuatannya pasangan suami stri tersebut kemudian digelandang ke Polres Lamongan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Atas perbuatannya, AH dan NA dijerat dengan pasal 363 ayat (1) KUHP.

“Ancaman hukumannya 7 tahun penjara,” pungkasnya. (ra/yp)

News Feed