oleh

Terpapar Covid-19, Satu Nakes Meninggal

Tulungagung, (afederasi.com) – Kasus coronavirus disease (Covid-19) di Tulungagung masih belum usai. Bahkan hari ini (20/11/2020) Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung mengkonfirmasi satu kasus kematian akibat Covid-19.

Pasien asal Kecamatan Kedungwaru ini merupakan seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Puskesmas Sendang. Dengan demikian total kasus meninggal akibat Covid-19 menjadi 5 kasus sejak temuan kasus pertama hingga saat ini.

Juru bicara Satuan GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rohmat mengatakan, pasien berusia 43 tahun ini meninggal pada 20 November setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan.

“Hari ini kami kembali mendapat kabar duka, karena adanya satu nakes kami yang meninggal dunia,” jelasnya.

Disinggung mengenai kondisi terakhir pasien, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung ini enggan menjelaskan lebih rinci. Namun yang pasti, pasien sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Iskak Tulungagung sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

“Pasien mendapat perawatan intensif di RSUD sampai akhirnya meninggal dunia. Sementara itu dulu yang dapat saya sampaikan,” terangnya.

Untuk itu, Kasil pun kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Sebab ini merupakan upaya kecil untuk tetap menekan laju kasus Covid-19.

Sementara itu Kasi pemasaran dan informasi RSUD dr Iskak Tulungagung, Moch Rifai membenarkan adanya salah satu pasien meninggal dunia akibat Covid-19. Pasien yang merupakan seorang bidan ini memiliki penyakit penyerta (komorbid) sehingga memperburuk kondisi kesehatannya.

“Betul yang bersangkutan meninggal sekitar pukul 2 dini hari. Pasien memiliki komorbid tekanan darah tinggi dan asma,”jelasnya ketika dikonfirmasi melalui telepon.

Rifai melanjutkan, sebelumnya pasien mengeluh mengalami gejala sesak sejak 12 November lalu. Untuk memastikan kondisinya petugas pun melakukan pengambilan swab pada 13 November.

Sementara dari data yang berhasil dihimpun, pasien berinisial STR ini terkonfirmasi covid-19 pada 15 November lalu. Ini setelah petugas mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan PCR pada 13 November. Selain sesak, STR sempat mengeluh mengalami demam selama dua hari sebelum akhirnya dirawat intensif di RSUD dr Iskak. (dn)

News Feed