oleh

Sementara 45 Pesilat Ditetapkan Tersangka

Situbondo, (afederasi.com) – Polisi terus memburu dugaan pelaku penganiaya dan perusakan puluhan rumah dan kios, serta empat mobil termasuk pembakaran kios bensin di Desa Tribungan dan Desa Kayu Putih. Hingga saat ini, dari insiden tersebut sudah 45 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, bahkan diantaranya adalah anak berhadapan hukum (ABH).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat menggelar konferensi pers di markas Polres Situbondo, Rabu (12/8/2020). Perwira berpangkat melati tiga ini juga menegaskan, jika jumlah tersangka bisa saja bertambah.

“Dari 80 orang yang kami amankan, 45 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Jumlah itu bisa saja bertambah, karena penyidik msih terus bergerak,” terangnya.

Masih menurut Trunoyudo, tersangka yang dihadirkan bukan keseluruhan, karena sebagian tersangka masih dikeler penyidik untuk menangkap pelaku lainnya, dan sebagian lagi adalah ABH dan harus mendapatkan perlakuan khusus, termasuk tidak melakukan penahanan dan dikembalikan kepada orang tuanya.

“Ini adalah jiwa korsa yang negatif, seharusnya jiwa korsa itu untuk melindungi masyarakat lemah, bukan berbuat anarkis seperti ini. Kami tegaskan kepada organisasi manapun, agar memiliki jiwa korsa yang positif, sekali lagi kami sampaikan, kami menyesalkan peristiwa yang demikian,” bebernya lagi.

Baca Juga  Polisi Kembali Tetapkan 11 Pendekar Jadi Tesangka

Dalam pantauan, hadir dalam konferensi pers Direktur Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Andreas Ratulangi, juga Kepala Bidang Propam Pilda Jatim, Kombes Pol Puji Hendro Widodo.

Selain puluhan tersangka, polisi juga membeberkan sejumlah barang bukti, diantaranya puluhan batu, telepon seluler, bendera merah putih, serta bensin, termasuk kayu yang digunakan untuk merusak.

“Jadi kami mau menambah sedikit dari yang disampaikan Kabid Humas, bahwa tempat kejadian perkara itu terjadi di dua TKP, yaitu Desa Tribungan dan Desa Kayu Putih, dan dua desa ini dipisah dengan badan jalan,” terang Pitra.

Masih menurut Pitra, dari peristiwa itu, untuk kasus penganiayaan ada sembilan tersangka yang diamankan, dan kasus perusakan sementara ada 36 tersangka.

Seperti yang diberitakan, Ketua PSHT Situbondo Tulus Prijatmaji mengatakan dia sepakat siapun yang terlibat insiden dugaan pengrusakan dan penganiayaan untuk ditindak dan diproses secara hukum.

“Siapapun yeng telibat, apalagi itu pengurus ya ditindak, kami tidak pernah menginstruksikan hal yang melanggar hukum,” tegasnya usai pertemuan itu berlangsung di ruang rapat Intellegency Room (IR), Senin (10/8/2020).  (ari/am)

News Feed