oleh

Selama Operasi Patuh Semeru, Simak Jenis Pelanggaranya

Kasat Lantas Polres Tulungagung. AKP Wisnu Setyawan Kuncoro saat dikonfirmasi awak media

Tulungagung, (Afederasi.com) –  Kesadaran berlalu lintas pengguna jalan di Kota Marmer masih minim. Buktinya, jumlah pelanggaran selama Operasi Patuh Semeru 2019 yang mulai digelar sejak 29 Agustus hingga 11 September masih tinggi.

Berdasarkan data dari Satlantas polres setempat, korps baju cokelat telah menilang 3.169 kendaraan baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4). Pelanggaran tersebut didominasi pengendara di bawah umur.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasatlantas AKP Wisnu Setyawan Kuncoro mengatakan, angka tersebut jika dibandingkan dengan hasil operasi serupa pada tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 153 kejadian.

“Kalau tahun ini kan 3.169, sedangkan pada tahun 2018 sebanyak 3.322 kejadian,” terangnya.

Wisnu menjelaskan, penurunan ini bukan berarti kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas membaik, tetapi sebaliknya. Pasalnya, penurunan tersebut disebabkan lantara target penegakan hukum dari Korlantas Polri menurun dari 80 menjadi 60 persen.

“Jumlah ini cukup besar, bahkan melebihi target 60 persen,” ucapnya.

Masih menurut Wisnu, dari 3169 pelanggaran tersebut masih didominasi pelanggar R2. Diantaranya, pengendara dibawah umur sebanyak 805 pelanggar, tak menggunakam helm berstandar SNI 696 pelanggaran, melawan arus 156 pelanggaran, gunakan hp saat berkendara 21 pelanggar.

“Selain itu ada 894 pelanggaran lain seperti tidak membawa SIM atau STNK,” imbuhnya.

Sementara untuk pelanggaran R4 lanjut Wisnu, diantaranya pengendara dibawah umur ada sebanyak 65 pelanggar, tak gunakan safety belt 61 pelanggar, dan 368 pelanggaran lain seperti tidak membawa SIM/STNK/uji kir.

“Jika dilihat dari sisi profesi, banyak didominasi usia pelajar/mahasiswa (termasuk anak dibawah umur-red) sebanyak 1891 pelanggar, dan PNS 186 pelanggar,” sambungnya.

Wisnu menambahkan, setelah berakhirnya Operasi Patuh Semeru 2019 bukan berarti penindakan pelanggaran lau lintas berahir. Menurutnya nanti masih akan ada operasi lanjutan.

“Tujuannya memang untuk menumbuhkan kesadaran dalam berkendara sehingga angka lakalantas bisa ditekan,” tukasnya. (ra/am)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed