oleh

Puluhan Ribu Petani Bakal Kesulitan Dapatkan Pupuk Bersubsidi, Ini alasannya

Tulungagung, (afederasi.com) – Puluhan ribu petani di Kabupaten Tulungagung yang belum memiliki kartu tani (kartan) nampaknya harus lebih bersabar, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Sebab mulai 1 September dalam pembelian pupuk bersubsidi harus menggunakan kartu tani. Hal ini sesuai dengan surat keputusan (SK) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian nomor 498/SR.320/08/2020 mengenai pupuk subsidi.

Akan tetapi beberapa hari terakhir telah beredar isu penundaan pemberlakuan penggunaan kartu tani. Dimana, setelah pihak Kementan menerima laporan banyaknya petani di Indonesia yang belum memiliki kartu tani.

Sehingga penggunaan kartu tani akan diberlakukan mulai 1 Januari mendatang. Namun demikian, hingga saat ini Dispertan Tulungagung belum menerima surat resmi terkait keputusan penundaan kebijakan tersebut.

“Kami belum mendapatkan surat apapun baik dari pusat maupun dari provinsi adanya kebijakan penundaan. Sehingga kami tetap berpegang pada surat yang lama,” ungkap Kasi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung Triwidyono Agus Basuki, Selasa (1/9/2020).

Meski demikian, Oky mengaku mendapat informasi lisan dari beberapa pihak terkait penundaan peraturan tersebut. Namun, karena belum mengantongi surat keputusan yang baru, ia pun tetap berpedoman pada surat keterangan lama. Sehingga mulai 1 september pembelian pupuk bersubsidi wajib menggunakan kartu tani.

Baca Juga  Disperta Bakal Temui Dirjen Sarpas Kementan, Upaya Buka Blokir Pupuk

“Informasi simpang siur sana sini memang ada, tapi kami tentu tidak berani melangkah jika tidak ada surat resmi. Jadi kami tetap menjalankan bahwa per 1 september pembelian pupuk subsidi wajib menggunakan kartu tani,” tegasnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan surat keputusan (SK) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian nomor 498/SR.320/08/2020 mengenai pupuk subsidi, salah satu syarat bagi petani untuk mendapatkan pupuk subsidi yaitu dengan menunjukkan kartu tani (kartan). Padahal puluhan ribu petani di kota marmer belum memiliki kartu tani, sementara aturan ini akan mulai berlaku 1 September.

Dari data Disperta Tulungagung jumlah petani di e-RDKK 2020 sebanyak 83.412 petani. Dari jumlah itu, petani yang telah menerima kartu tani baru sekitar 39.471 petani. Artinya masih ada sekitar 43.941 petani belum memiliki kartu tani.

Sehingga dimungkinkan petani yang belum memiliki kartu tani akan sedikit kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Untuk itu pihak Dispertan meminta pihak bank yang menangani pencetakan kartu tani untuk memaksimalkan waktu hingga September akhir untuk segera menyelesaikan pencetakan kartu.

Baca Juga  Sistem Dempot Bisa Tingkatkan Hasil Produksi Padi, Begini Cara Menghitung Keuntungan

Tak hanya itu, ia pun juga meminta pihak kios untuk tetap menyediakan pupuk non subsidi. Sehingga petani yang belum memiliki kartu tani tetap dapat memperoleh pupuk, meskipun dengan harga yang relative lebih mahal.

“Kami sudah sosialisasi juga ke kios-kios, mulai 1 september nanti apapun alasannya jangan mendistribusikan pupuk bersubsidi diluar kartu tani,” pungkasnya. (dn)

News Feed