oleh

Bakal Calon Wakil Bupati, Bambang AS dan Gatot Sunu Dipanggil untuk Psikotes DPP PDIP

Tulungagung, (afederasi.com) – Kemungkinan besar kekosongan kursi wakil bupati Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur periode 2018-2023 bakal terisi. Indikasinya DPP PDIP memanggil dua bakal calon wakil bupati untuk mengikuti psikotes calon wakil bupati secara zoom meeting, Selasa (23/02/2021) pukul 08.00 sampai 14.00 WIB.

Kedua bakal calon wakil bupati tersebut adalah Bambang AS, mantan kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur dan Gatot Sunu (pengusaha Romo Wijoyo group).

Psikotes tersebut dibenarkan oleh Bambang AS ketika dikonfirmasi afederasi.com. Menurutnya  undangan psikotes tersebut sangat mendadak. Undangan sampai dirumahnya pukul 07.51 WIB. Psikotes secara zoom meeting mulai berlangsung pukul 08.00 WIB.

“Sebelum psikotes calon wakil bupati ada pengarahan dari tim DPP. Salah satunya ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat,”ujar Bambang AS.

Pengarahan dari DPP PDIP tidak hanya diikuti oleh Kabupaten Tulungagung saja, melainkan beberapa kabupaten/kota se-Indonesia. Totalanya sekitar 30 bakal calon kepala daerah, termasuk Malang dan luar jawa. Inti dari pengarahan tersebut, bakal calon kepala daerah harus ikut membesarkan partai dan menjadi kader terbaik di daerahnya masing-masing.

Baca Juga  PKB Setujui Pasangan Masrun-Aksar Maju Pilkada Lombok Tengah

“Pengarahan itu menitikberatkan terkait komitmen dalam membesarkan partai,” jelas Bambang, mantan Kepala SMPN 1 Tulungagung itu.

Masih menurut Bambang, setelah mendapatkan pengarahan dari tim DPP. Semua peserta psikotes disuruh untuk masuk ke link psikotes yang sudah disiapkan panitia. Sebanyak 8 item pertanyaan. Masing-masing item ada 20 sampai 100 soal. Soal psikotes terkiat dengan penyikapan dalam memimpin sebuah daerah. Dia mencontohkan, bagaimana jika ada pegawai yang tersandung kasus perselingkuhan, narkoba. Apakah dalam menyelesaikan atau memutuskan persoalan di daerah melalui kajian atau tidak.

“Tesnya seputar penyikapan persoalan di daerah,”kata Bambang.

Disinggung soal kapan hasil psikotes akan diumumkan?. Menurut pengarahan DPP, hasil psikotes tidak akan diumumkan ke publik. Hasilnya untuk internal DPP PDIP dalam memutuskan kebijakan partai mendatang. Hasilnya merupakan hak priogratif DPP.

Sementara itu, Gatot Sunu dikonfirmasi afederasi.com memilih irit bicara. Dia enggan menjelaskan terkait proses psikotes yang dilakukan DPP secara mendadak hari ini. Bahkan dia mengaku tidak mengetahui peserta psikotes dari Kota Marmer selaiin dia. Yang jelas, undanganya melalui WatsApp oleh Ketua DPC PDIP Tulungagung Susilowati dan Sekretaris Sodiq Purnomo.

Baca Juga  Giliran Rumah Mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung Imam Kambali Digeledah KPK

“Psikotes itu bukan untuk publik. Saya hanya mengikuti kebijakan partai saja,”katanya singkat.

Terpisah sekretaris DPC PDIP Sodiq Purnnomo enggan dikonfirmasi seputar psikotes yang digelar DPP PDIP. “Silahkan ke Mbak Susi saja (Susilowati-red),”katanya.

Partai berlambang banteng kekar dalam lingkaran bermoncong putih telah melakukan penjaringan Bacawabup Tulungagung, mulai dari tingkat DPC dan DPD. Dari penjaringan tersebut terdapat 11 nama orang yang mendaftar, (15/9/2019) silam.

Adapun enam nama kader PDI Perjuangan yang mendaftar di tingkat DPC, yaitu Suharminto (Wakil Ketua bidang organisasi), Islandri (Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu),  Wiwik Triasmoro (Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi), Sodik Purnomo (Sekretaris DPC PDI P Tulungagung), Gatut Sunu (Pengusaha), dan Saleh Mukadar (Mantan Ketua Umum Persebaya).

Sedangkan yang mendaftar melalui DPD Provinsi Jawa Timur. Mereka Permadi (Akademisi), Tatang Suhartono (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tulungagung), Agus Santoso (Camat Pucanglaban), Bambang Agus Susetyo (Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur) dan Mohamad Soleh (Kepala Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung). (am)

Baca Juga  Geledah Gedung DPRD Tulungagung Selama Enam Jam, KPK Bawa Lima Koper dan Tiga Kardus Dokumen

News Feed