oleh

Polrestabes Musnahkan Narkoba Senilai Rp 100 M

Surabaya, (afederasi.com) – Peredaran narkoba di Indonesia cukup besar. Untuk menghentikan transaksi barang haram itu harus melibatkan semua elemen. Seperti yang dilakukan Polrestabes Surabaya.

 “Pertempuran melawan narkoba dengan beberapa tindakan, misalnya proaktif, preventif dan edukatif untuk memperkuat daya tangkal dari masyarakat,” ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Jhony Edison Isir, Kamis (18/6/2020).

Isir mengungkapkan, bukan suatu kebetulan pihak kepolisian memperkuat ikatan dengan kampung tangguh wani jogo Suroboyo. Untuk nantinya akan diterapkan juga Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo Bebas Narkoba.

“Untuk tindakan represifnya atau penegakan hukum tetap prosesnya kami bekerja sama dengan kawan-kawan dari BNN karena ini jejaring. Jadi jejaring dari aparat penegak hukum yang titik fokusnya mengungkap kasus narkoba,” ujarnya.

Dijelaskan barang bukti yang disita oleh pihak kepolisian kali ini terdiri dari sabu 144, 401 kilogram, pil ektasi 20.499 butir, pil happy Five 3.992 butir, Pil Dobel L 6. 212. 110 butir. Apabila semunya di dirupiahkan akan berjumlah senilai lebih dari Rp 100 miliar.  Selain menyita barang bukti, polisi menahan 46 orang tersangka

Baca Juga  Polisi Bekuk Bandar Sabu, Amankan Puluhan Poket Sabu Siap Edar

Ia menambahkan bahwasanya Indonesia sudah bukan sekedar tempat transit, namun telah menjadi tempat tujuan. Narkotika ini, lanjutnya sangat memperlemah setiap sendi kehidupan dan mengancam generas bangsa.

“Makanya, tabuh genderang perang ini harus kita perkeras terus dalam melawan narkotika. Karena kita nangkap jejaring, satu putus ntar ada muncul lagi dan lagi,” kata Isir.

Hal tersebut lantaran, Indonesia merupakan sebuah peluang keuntungan yang sangat besar. Karena itulah dibutuhkan integritas dari jaringan penegak hukum.

“Kalau ada yang melawan kami berikan tindakan yang keras, tepat dan terukur,” tutup Isir. (dwd/al/am)

News Feed