oleh

Pinka Dipantau Polisi Selama 24 Jam, Sering Disalahgunakan Tindak Kriminal

Kondisi pinka ketika siang hari (yopy/afederasi.com)

Tulungagung, (Afederasi.com) – Beberapa tahun terakhir, wilayah bantaran Sungai Ngrowo yang berada di empat kelurahan meliputi Kelurahan Sembung, Tertek, Panggungrejo, dan Kutoanyar atau yang mentereng disebut Pinggir Kali (pinka) menjelma menjadi destinasi wisata bagi warga Kota Marmer dan sekitarnya.

Pasalnya, selain menyediakan panorama yang lumayan indah, udara di sekitar lokasi juga masih segar, karena disitu banyak ditanami tumbuhan penghasil oksigen. Selain itu, tersedianya berbagai jajanan kuliner juga menjadi daya tarik pengunjung.

Namun siapa sangka dibalik keindahan Pinka ternyata tempat tersebut kerap dikaitkan dengan tindakan kriminalitas seperti mabuk-mabukan, tindakan asusila, tawuran, hingga balap motor. Selain itu banyak pula  pengedar Narkoba bertransaksi atau ditangkap disitu. Bahkan terbaru, dua kasus perkosaan terhadap anak dibawah umur juga diawali dari Pinka.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengaku telah menerima banyak masukan terkait keberadaan dan kerawanan Pinka. Menurutnya, informasi tersebut disampaikan secara langsung oleh masyarakat maupun berdasarkan laporan dari anggotanya.

“Kami sudah terima laporannya, memang harus segera ditindaklanjuti,” katanya.

Pandia melanjutkan, sebenarnya anggotanya sudah melakukan patroli rutin di wilayah Pinka tersebut untuk meminimalisir kerawanan. Namun setiap pelaku pasti beraksi menunggu saat situasi benar-benar aman.

“Memang banyak juga kasus-kasus kejahatan yang terungkap dan berhubungan dengan Pinka,” terangnya.

Masih menurut Pandia, kedepan pihaknya bakal mendiskusikan masalah Pinka ini dengan banyak pihak seperti dari Pemkab dan TNI. Namun langkah pertama yang telah diambilnya yani dengan mengintensifkan patroli rutin di lokasi tersebut selama 24 jam.

“Jika diperlukan pos penjagaan maka akan kita dirikan meski harus koordinasi banyak pihak” ucapnya.

Pandia menambahkan, untuk sementara pihaknya berharap agar masyarakat yang tinggal disekitar Pinka untuk lebih aktif dalam mengawasi wilayahnya. Jika ada kegiatan atau hal-hal yang mencurigakan atau mengganggu ketertiban diharap segera menghubungi petugas.

“Kami sangat mengharapkan masukan dari masyarakat. Manfaatkan anggota Babhinkamtibmas di desa/kelurahan masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu Eni Wijayanti, salah satu warga yang tinggal di sekitar Pinka mengatakan sangat mendukung upaya polisi untuk menekan angka kriminalitas di Pinka. Pasalnya, disitu kerap dijadikan balap motor hingga tawuran oleh pemuda yang tidak jelas masalahnya.

“Mulainya diatas jam 2, terutama di sekitar makam sering gaduh,” tambahnya. (ra/an)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed