Senin, 22 November 2021, 09:58 WIB

Pemakaman Mantan Presiden Afsel FW de Klerk Dilakukan Tertutup

Afrika Selatan, (afederasi.com) – Mantan Presiden Afrika Selatan FW de Klerk dimakamkan dalam sebuah upacara pribadi hari Minggu (21/11/2021). Suasana di sekitar kediaman keluarga cukup tenang dan hanya dipadati oleh keluarga dan teman-teman de Klerk.

Konvoi dua kendaraan, yang salah satunya ditumpangi oleh mantan istri presiden Elita Georgiades, tampak meninggalkan kediaman menuju ke Durbansville Memorial Park, di Cape Town.

De Klerk meninggal karena kanker pada 11 November 2021. Kematiannya memicu perdebatan diantara warga Afrika Selatan terkait perannya sebagai Presiden pada era apartheid.

De Klerk mengawasi berakhirnya kekuasaan minoritas kulit putih sebagai presiden apartheid terakhir di negara itu. Bersama Nelson Mandela, de Klerk dianugerahi Nobel Perdamaian.

Namun demikian de Klerk merupakan sosok kontroversial di Afrika Selatan. Banyak yang menyalahkannya atas aksi kekerasan terhadap warga kulit hitam dan aktivis anti-apartheid Afrika Selatan selama ia berkuasa.

Sementara sebagian warga kulit putih Afrika Selatan melihat upayanya mengakhiri sistem apartheid sebagai sebuah pengkhianatan.

Dalam pesan terakhir melalui video yang direkam sebelum kematiannya, de Klerk  minta maaf atas rasa sakit, luka, penghinaan dan kerusakan yang ditimbulkan rezim apartheid.

De Klerk mendesak semua warga Afrika Selatan untuk bergandeng tangan dan bersatu, dengan mengatakan meskipun jalan di depan kita adalah jalan yang sulit, mereka akan dapat mengatasi tantangan itu dan memenuhi potensi luar biasa bangsa mereka.

Mantan presiden itu meninggal dunia di rumahnya di Fresnaye, Cape Town, dalam usia 85 tahun, setelah berjuang melawan kanker. (dn)

News Feed