Rabu, 24 November 2021, 10:31 WIB

Pariwisata Indonesia: Menunggu Dampak Baik Setelah ‘Superbike’

Nusa Tenggara Barat,(afederasi.com) – Pemerintah menilai penyelenggaraan World Superbike 2021 berjalan lancar. Ajang balap internasional ini diharapkan mampu menggenjot sektor pariwisata, khususnya di Nusa Tenggara Barat, Bali dan sekitarnya. Semua masih menunggu, apakah Superbike akan membawa dampak baik ke depan.

“Secara keseluruhan sirkutnya sangat layak dan mendapatkan dua jempol dari para peserta. Kita mendapat beberapa catatan dari segi amenities, termasuk hotel. Dan yang kami besyukur sekali, adalah karena hotel semua penuh, suvenir semua habis terjual, banyak touring,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

Beberapa klub motor memang khusus bertandang dari kota-kota di Jawa ke Lombok, seperti Perhimpunan Wisata Otomotif Indonesia dan Masyarakat Ekonomi Syariah. Klub motor juga datang berombongan sesuai merk tunggangan mereka.

“ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, sehinga ada peningkatan tingkat hunian kamar. Ada peningkatan penjualan produk craft. Desa wisata ini homestay-nya semua habis, terutama yang berada di sekitar sirkuit Mandalika,” tambah Sandi.

Data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB memang mencatat peningkatan drastis pemakaian kamar hotel. Di Lombok Tengah, sebagai kawasan paling dekat dengan sirkuit, kamar 100 persen terisi. Di wilayah yang lebih jauh, seperti Kota Mataram dan Lombok Barat, angkanya ada di 95 persen.

Baca Juga  Masyarakat Kuta Siap Jamin Keamanan Pelaksanaan WSBK

Sandi memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan ajang balap Superbike. Pihaknya juga membentuk tim untuk melakukan evaluasi bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

“Kita akan mencatat, mengidentifikasi, apa temuan-temuan yang ada. Kita banyak masukan, baik dari para penonton maupun racer, dari tim. Dari hotel sampai sirkuit dan pelibatan ekonomi kreatif lokal,” lanjut Sandi.

Semua itu penting, karena Mandalika akan menjadi tuan rumah ajang balap motor terbesar, yaitu seri MotoGP pada Maret 2022. Ajang ini, kata Sandi, jauh lebih besar dari Superbike, dan hanya ada waktu enam bulan untuk mempersiapkannya.

Dalam pernyataan di Lombok pada Minggu (21/11/2021), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku puas dengan penyelenggaraan ajang Superbike.

“Ini sirkuit standar kelas dunia, sudah high end-nya dunia. Jadi anak-anak muda patut bangga dengan itu. Kualitas sirkuit ini tentu ada sedikit perbaikan, dan tadi Pak Gubernur dan Pak Menhub sepakat akan segera diperbaiki, selesai Maret. Bulan Maret akan ada seri MotoGP, yang akan dibuat lebih bagus lagi,” kata Menko Luhut.

Baca Juga  Kunjungi NTB, Presiden Akan Resmikan Sirkuit Mandalika

Seperti juga Sandi, Luhut juga memastikan Superbike 2021 memberi dampak signifikan bagi sektor perekonomian

“Pak Gubernur telah melaporkan bahwa di sini tidak ada satupun hotel dan homestay yang kosong, malah harganya naik tiga kali lipat. Sewa mobil juga naik, semua ekonomi menjadi hidup,” ujarnya. (dn)

News Feed