oleh

Nakes Covid-19 di Jatim Banyak Belum Terima Insentif

Surabaya, (afederasi.com) – Ketua rumpun kuratif satgas penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan tenaga kesehatan khusus penanganan para pasien Covid-19 di Jatim, hingga kini belum juga menerima insentif yang dijanjikan pemerintah sejak Oktober 2020. Tenaga nakes yang terdiri dari dokter, perawat dan tenaga lainnya, hanya mendapatkan insentif terakhir yang cair pada September 2020.

“Insentif para nakes itu terakhir September. Jadi Oktober, November, Desember 2020, sampai sekarang itu belum diberikan dari Kemenkes,” ungkap Joni, Kamis (1/4/2021).

Hal ini disebutkan oleh Joni di hadapan Kepala Satgas Covid-19 nasional yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, saat Rakor Penanganan Covid-19 di Provinsi Jatim. Belum cairnya insentif itu, berimbas pada menurunnya motivasi para nakes. Mereka berharap apa yang telah dijanjikan pemerintah itu, bisa dipenuhi dalam waktu dekat.

“Nakes ini yang perlu, karena mereka motivasi mulai menurun,” ujarnya.

Meski tak membeberkan secara detail berapa jumlah nakes dan nominalnya, namun menurutnya hal itu bisa memengaruhi semangat dan spirit para nakes yang berjuang di garda terdepan menangani pasien Covid-19.

Baca Juga  Gelombang Pertama Vaksinasi Covid-19 Sasar Nakes dan Pelayan Publik

“Memang kelihatannya tidak banyak berpengaruh tapi sebetulnya ini mendorong para nakes untuk termotivasi,” kata Joni.

Saat ini, Joni yang juga merupakan Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya, ini masih menunggu pencairan dana itu. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan dan Pemprov Jatim.

“Jadi kami sudah ngurus ke Kementerian Kesehatan, bahkan komunikasi, anggarannya dialihkan ke Pemprov, dan ini sedang diproses,” pungkas Joni.

Sebagai informasi, pemerintah memberikan insentif dan santunan bagi tenaga kesehatan yang menangani covid-19 sesuai Keputusan Menkes Nomor HK.01.07.MENKES/278/2020. Rinciannya, dokter spesialis Rp15 juta per orang, dokter umum dan gigi Rp10 juta per orang, bidan dan perawat Rp7,5 juta per orang, dan tenaga medis lainnya Rp5 juta per orang. (dwd)

News Feed