oleh

Mensos dan Menko PMK Kunjungi Para Pengungsi Bencana Longsor di Nganjuk

Nganjuk, (afederasi.com) – Pasca bencana longsor di Dusun Selopuro Desa/Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk yang terjadi pada Minggu, (14/2/2021) pukul 18.30 WIB membawa Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi untuk berkunjung ke para korban bencana longsor,Selasa (16/2/2021).

Mensos Tri Rismaharini yang datang duluan sekitar pukul 14.10 WIB langsung menyapa dan berdialog dengan para pengungsi korban terdampak bencana tanah longsor yang ada di SDN 3 Ngetos.

Setelah itu mengunjungi tenda darurat yang dijadikan tempat pemulihan trauma bagi anak anak korban yang tepat berada di halaman sekolah. Disana Mantan Wali Kota Surabaya ini, disamping memberikan bingkisan (makanan kecil) juga mengajak bercanda anak anak yang sedang menggambar.

“Ini gambar apa ya..? Kok bagus banget,” canda Mensos Tri Rismaharini sambil membungkuk, menunjuk gambar salah satu anak korban bencana longsor tersebut.

Selanjutnya Tri Rismaharini mendatangi Puskesmas Ngetos untuk melihat korban yang sedang mendapatkan penanganan medis, lalu dilanjutkan ke Posko dapur umum guna melihat secara langsung proses memasaknya.

Kemudian kembali ke Posko utama yang berada di kantor Kecamatan Ngetos sambil menunggu kedatangan Menko PMK. Tri Rismaharini menyempatkan mengunjungi posko PSHT cabang Nganjuk dan Posko DPC PDI P Nganjuk.

Satu jam kemudian tepatnya 16.55 WIB Muhadjir Effendy, Menko PMK datang dan menyerahkan bantuan kepada korban melalui Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat berupa masker kain sebanyak 1000 pcs, masker kain anak sebanyak 1000 pcs, rapidtest antigen 200 test, sarung 200 pcs dan matras 100 pcs.

Sedangkan Mensos Tri Rismaharini memberikan bantuan senilai Rp 398.940.300,-  dengan rincian bantuan logistik senilai Rp 253.940.300,-, santunan ahli waris 9 jiwa sebesar Rp 135 juta dan santunan pada korban luka sebesar Rp 10 juta.

“Bapak Presiden menyampaikan salam pada semua korban bencana tanah longsor dan meminta kepada semua keluarga korban untuk mengikhlaskan kepergiannya dan terus bersabar,” kata Muhadjir.

Muhadjir juga meminta kepada BNPB untuk memberikan hunian sementara ke para korban yang saat ini masih mengungsi di gedung SDN 3 Ngetos.

“Saya harap kepada semua pihak untuk lebih memperhatikan para korban, jangan sampai mereka ada yang terlunta lunta,” harapnya.

Sementara pada pencarian hari ini ditemukan kembali 3 korban meninggal yakni Yono (40), Yatimi (38) dan seorang anak berusia 5 tahun bernama Dimas.

Sedangkan 6 korban meninggal yang ditemukan kemarin bernama, Umi (29), Parmiati (36), Yatemo (65), Friska (16), Putra dan Arsya adalah anak anak berusia 4 tahun.

Jadi korban meninggal dunia sampai hari sebanyak 12 orang, selamat 2 orang dan yang belum ditemukan sebanyak 7 orang. (ind/dn)

News Feed