oleh

KPK Geledah Ruang Kerja Tiga Dinas di Batu

Malang, (afederasi.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja tiga dinas di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Rabu (6/1/2021).

Rombongan dari Jakarta itu datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan dikawal lima personel Brimob dari Polres Batu. Para petugas KPK dibagi menjadi dua rombongan, pertama mereka ke Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Kota Batu di lantai II BAT.

Kemudian rombongan berompi cokelat yang lain mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu di lantai III dan segera melakukan pemeriksaan serta penggeledahan dokumen kerja ditempat tersebut.

Semua karyawan dan staff yang berada di tiga kantor tersebut dimohon untuk keluar meninggalkan tempat untuk sementara. Bahkan awak media yang hendak melakukan peliputan juga tidak diperkenankan mengambil gambar lebih dekat.

Salah satu staff Dinas Pendidikan Kota Batu yang enggan disebutkan namanya, ketika ditanya terkait hal itu bahwa dirinya membenarkan, bila ada petugas KPK di kantornya. Namun ia tidak mengetahui perihal apa anggota lembaga anti rasua itu menyambangi kantornya.

“Ya ada petugas KPK, ini masih di dalam tadi. Tidak tahu terkait apa, ada beberapa berkas yang dibawa,” jelasnya.

Di lokasi, petugas KPK nampak hilir mudik keluar masuk dari kantor Disparta, Dindik, serta Dinas PUPR dengan membawa beberapa berkas dokumen penting untuk diperiksa dan disita.

Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri membenarkan adanya kegiatan penggeledahan di Pemkot Batu, Jatim. Menurut dia ada tiga kantor dinas yang digeledah terkait dengan kasus dugaan gratifikasi di Pemkot Batu tahun 2011-2017 silam.

“Benar, hari ini ada kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh KPK di kantor Dinas PUPR, kantor Dinas Pendidikan dan kantor Dinas Pariwisata Kota Batu,” Tutur Ali Fikri.

Sebelumnya Selasa, 5 Januari 2021, bertempat di Kantor Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Batu, Jl. AP III Katjoeng Permadi No.16, Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur,  juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap  beberapa saksi terkait dugaan gratifikasi ditubuh Pemkot Batu tersebut.

Para saksi itu dari pihak swasta, diantaranya  atas nama Moh. Zaini pemilik PT. Gunadharma Anugerah. Serta atas nama Kristiawan selaku mantan pengurus rumah tangga mantan Walikota periode sebelumnya Edi Rumpoko. (dra/dn)

News Feed