Rabu, 17 November 2021, 08:24 WIB

Gereja di Afrika Ikatkan Pita untuk Kenang Korban Meninggal akibat Covid-19

Afrika,(afederasi.com) – Warga Afrika Selatan mengenang kepergian orang-orang yang mereka kasihi akibat virus corona dengan berbagai cara. Salah satu peringatan yang menimbulkan kesedihan mendalam adalah pameran sederhana berupa pita-pita yang diikat di pagar di gereja St James Presbyterian di Johannesburg.

Pita-pita kecil berwarna putih dan biru itu berkibar dari pagar gereja tersebut yang berlokasi di pinggiran Bedford Gardens. Pemandangan itu menjadi pengingat nyata tentang banyaknya warga Afrika Selatan yang telah meninggal dunia akibat Covid-19.Setiap pita biru mewakili 10 korban jiwa, dan setiap pita putih mewakili satu korban jiwa. Jumlah kematian di Afrika Selatan kini mencapai lebih dari 89.000 orang, tertinggi di seluruh Afrika.

Pagar gereja itu tidak cukup besar untuk mengikuti jumlah itu, sehingga pihak gereja terpaksa menggunakan dua sisi pagar untuk mengikat pita-pita tersebut.

Rhudzani Makuya, seorang pengurus gereja St James Presbyterian, mengatakan, langkah ini sebagai upaya penghormatan.

“Kami memberi penghormatan bagi mereka yang telah meninggal dunia karena virus corona. Kami pikir, apa yang kami lakukan ini merupakan hal yang baik. Ketika pengemudi kendaraan berhenti untuk menanyakan mengapa kami memasang pita-pita tersebut, kami katakan, hal itu memberi penghormatan bagi mereka yang telah terkena virus global itu,”jelasnya.

Ibunda Thoko Ramutlalani dari kota Soweto di Afrika Selatan, meninggal dunia empat bulan lalu akibat virus Covid-19.

“Ibu saya berusia 63 tahun,, ia sangat sehat, masih dapat bekerja. Ia baik-baik saja. Dia adalah perempuan yang kuat, selalu bahagia dan tidak memiliki masalah dengan siapa pun juga. Kami semua tahu bahwa ia selalu membawa oleh-oleh dari tempat kerjanya,”terangnya.

Selain menimbulkan rasa duka, terutama bagi keluarga dan teman-teman yang ditinggalkan, kematian juga seringkali memiliki dampak ekonomi.

Ramutlalani yang memiliki tiga orang anak dan tidak mempunyai pekerjaan itu, kini mengalami kesulitan finansial.

“Saya sangat merindukan segala hal dari ibu.Terutama karena saya kini tidak bekerja dan lapangan pekerjaan sangat jarang. Saya memiliki seorang anak kecil yang masih membutuhkan uang untuk sekolah dan transportasi. Ibu sayalah yang mencukupi segala kebutuhan di rumah ini. Kini saya kewalahan tanpa ibu,”ujarnya. (dn)

News Feed