oleh

Gagalkan Peredaran Mata Uang Asing Palsu

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin menunjukkan sejumlah barang bukti beserta dengan sepuluh tersangka (sahroni/afederasi.com)

Banyuwangi, (afederasi.com) – Polresta Banyuwangi menggagalkan peredaran mata uang asing palsu berbagai pecahan dari beberapa negara, total senilai Rp2,8 triliun.

Meliputi dolar Amerika, uang China, mata uang Yijiao, US dollar, mata uang Cinco mil Cruzeiros, dolar Hongkong, Ringgit, dan mata uang Indonesia.

Selain menyita sejumlah uang palsu tersebut, petugas turut mengamankan sepuluh tersangka.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pengungkapan ini berawal adanya informasi transaksi uang palsu di salah satu hotel di Banyuwangi.

“Setelah kita periksa di kedutaan besar negara, mata uang asing tersebut ternyata palsu,” kata Arman Asmara Syarifuddin, Sabtu (27/2/2021).

Pembongkaran peredaran uang palsu, tambah Arman, ada sepuluh tersangka yang di tangkap dari berbagai tempat berbeda, hasil dari pengembangan pihak kepolisian setelah sebelumnya menangkap enam orang.

“Pertama kita amankan enam orang, setelah pengembangan kita dapatkan lagi empat tersangka,” ungkapnya.

Sepuluh pelaku, jelas Arman, memiliki peran yang berbeda, ada yang sebagai pembeli adapula sebagai penjual.

Baca Juga  Cari Mangsa, Ular Phyton Tiga Meter Gegerkan Warga

“Para pelaku ini punya peran berbeda beda. Ada yang membeli, ada pengantar, hingga yang mengedarkan uang asing palsu ini,” jelasnya.

Selain mengamankan pecahan mata uang asing palsu, sejumlah barang bukti lainnya seperti dua kendaraan roda empat.

“Ada 31 alat bukti yang diamankan. Dari pengakuan tersangka, mereka mendapat uang palsu tersebut dari seseorang di Jakarta,” cetusnya.

Hingga saat ini, masih kata Arman, kepolisian masih mengembangkan kasus ini. Dari keterangan para tersangka, peredaran uang palsu di sekitar Jawa Timur, dengan demikian masih ada penjual atau pengedar uang palsu lainnya.

“Kita akan kembangkan mulai dari proses pembuatan hingga penyebaran uang palsu tersebut. Para tersangka terancam pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (ron/dn)

News Feed