oleh

Cabuli Sesama Jenis, Pengepul Rosok Ditangkap Polda Jatim

Tampak kamar di tempat tinggal  Muhajar Sidiq yang di police line polisi

Tulungagung, (Afederasi.com) – MS  (42) warga Desa Srikaton Kecamatan Ngantru diamankan anggota Unit Judisusila Polda Jatim pada Selasa (10/9) malam. Pasalnya, pria yang berprofesi sebagai pengepul rosok tersebut diduga memiliki kelainan seks menyimpang atau penyuka sejenis (pedofil). Tak tanggung-tanggung, selama 12 tahun ia sudah mencabuli puluhan korban.

Sekretaris Desa (Sekdes) setempat Subroto mengatakan, penangkapan tersebut pada Selasa malam. Ketika itu, ia dihubungi oleh perangkat desa yang lain untuk mendatangi lokasi yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.

“Setibanya di lokasi ternyata sudah ramai, ada anggota Polsek Ngantru, anggota dari Polda Jatim, dan warga sekitar,” katanya.

Subroto melanjutkan, kemudian  salah satu petugas memberitahu bahwa ketika itu polisi sedang melakukan penangkapan terhadap MS yang diduga sebagai pedofil. Tak hanya itu, di tempat tinggalnya juga ditemukan empat anak-anak yang berusia pelajar mulai SD hingga SMA.

“Keempatnya berjenis kelamin laki-laki, namun mereka bukanlah warga Desa Srikaton,” terangnya.

Masih menurut Subroto, saat itu ia sempat mendengar polisi menginterograsi MS. Pengakuannya, MS mulai mengalami disorientasi seksual sejak 12 tahun yang lalu atau ketika masih berumur 30 tahun. Ia juga mengatakan bahwa selama ini setidaknya sudah ada 50 anak yang menjadi korban. Setiap korbannya bisa melakukan hubungan menyimpang antara 3 sampai 5 kali.

“Kami memang sering mendapati anak-anak berada di rumahnya. Namun kami mengira mereka membantu mencari rosok, jadi tidak ada yang curiga,” imbuhnya.

Dalam kesehariannya lanjut Subroto, MS memang dikenal pria pekerja keras, meski gayanya menyerupai perempuan (mbanceni). Selain itu, MS juga dikenal sebagai sosok yang pandai bergaul. Sebab, ia juga berprofesi sebagai pembawa acara (MC).

Subroto menambahkan, setelah selesai menginterograsi, MS langsung dibawa petugas beserta empat anak yang diduga sebagai korban. Selain itu, dua kamar yang berada di tempat tinggalnya juga di police line.

Sementara itu Kapolsek Ngantru AKP Pudji Widodo membenarkan penengakapan tersebut. Namun demikian pohaknya tidak bisa menjelaskan secara rinci kasus tersebut. Sebab kasus tersebut langsung ditangani Polda Jatim.

“Kami hanya mengamankan lokasi, setelah pelaku diamankan langsung dibawa ke Surabaya,” ujarnya. (ra/am)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed