oleh

Bongkar Investasi Bodong Hingga Rp1 M

Banyuwangi, (afederasi.com) – Polresta Banyuwangi tetapkan ZS (26), warga Kelurahan Lateng, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi sebagai tersangka dalam kasus investasi bodong. Usai dilakukan pendalaman untuk kasus dugaan investasi bodong,

Tak tanggung tangung, Ibu rumah tangga (Irt) tersebut memperdayai korban hingga Rp1 miliar, Selasa (4/5/2021).

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, modus dari tersangka adalah menjanjikan keuntungan berlipat dengan cara menyebar luaskan investasi yang digagas tersebut melalui sebuah aplikasi pesan WhatsApp sebagai wadah untuk berkordinasi dengan para calon korban.

“Tersangka ZS sudah melakukan maping ataupun mengkonsolidasikan orang di dalam 260 kelompok atau di dalam grup WhatsApp yang berbeda,” katanya.

Arman sapaan Kapolresta Banyuwangi menjelaskan, saat dilakukan pendalaman kepada tersangka ditemui beberapa kejanggalan dalam investasi yang ditawarkan. Dari masing masing grup WhatsApp tersebut nasabah diberi janji yang berbeda baik dalam jumlah investasi maupun jangka waktu investasi.

“Contohnya, ketika investasi Rp100 ribu akan dijanjikan lima hari, menjadi Rp150 ribu. Jadi ada keuntungan yang berlipat,” jelas Arman.

Merasa ada keuntungan, tambah dia, nasabah yang sudah dibagi dan dikelompokkan dalam grup pesan dengan nilai investasi berbeda, yang bersangkutan melakukan bujuk rayu kepada calon nasabah dan menawarkan investasi. Sedangkan investasi bodong ini sudah berjalan sejak November 2020 hingga Maret 2021.

“Setidaknya ada 35 orang yang dirugikan, taksiran kerugian sekitar 1 miliar rupiah,” ungkapnya.

Dari pelaku ZS, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, seperti buku tabungan, uang tunai sekitar Rp45 juta, serta berbagai rekening koran. Polisi juga mengamankan sejumlah alat penunjang yang digunakan untuk investasi seperti kursi, meja, ac, dan lainnya.

“Serta alat bukti buku catatan, rekapitulasi dana masuk dan keluar, dan juga handphone. Alat komunikasi ini digunakan dalam kegiatan tipu gelap. Maka yang bersangkutan kita amankan dan kita tahan,” tambah Arman.

Perkara ini akan terus dikembangkan, karena bisa dimungkinkan ada pelaku lain yang terlibat dalam investasi bodong tersebut. Selain menindak pelaku, pihak kepolisian Polresta Banyuwangi juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban tipu daya investasi yang tidak sesuai.

“Kemungkinan ada tersangka lain, sementara ini masih dalam pengembangan. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 378 dan 372 tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” pungkasnya. (ron/dn)

News Feed