oleh

21 Pengungsi Tanah Longsor di Nganjuk Alami Mual, Diduga Karena Ini

Nganjuk, (afederasi.com) – Hingga Jumat 19/02/2021 pagi,  sebanyak 21 orang pengungsi korban longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Nganjuk yang mengalami pusing dan mual mual. Diduga mereka mengalami keracunan setelah menyantap makanan yang disediakan para donatur

“Banyak yang mengalami pusing dan mual mual, mungkin keracunan makanan yang disediakan para donatur,” kata salah satu pengungsi pada media ini.

Sementara Raditya Harya Yuangga Wakil Ketua DPRD Nganjuk yang datang ke lokasi, serta mendengar ada pengungsi keracunan makanan yang diberikan oleh donator, mengatakan keracunan yang terjadi diduga karena setelah memakan mie ayam dari donatur.

“Dari data yang saya himpun sampai pukul 02.30 WIB, ada sebanyak 21 orang yang mengalami keracunan sementara yang dilarikan ke Rumah Sakit sebanyak 3 orang,” kata Yuangga.

Hal ini menunjukan Tim distribusi makanan disinyalir kurang dalam memberikan pengawasan. Seharusnya makanan siap saji maupun olahan harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada para pengungsi.

“Masakan yang akan diolah dan makanan siap saji harus dicek satu persatu dan kalau sudah dirasa aman baru didistribusikan kepada pengungsi. Hal itu yang harusnya dilakukan,” ujar Yuangga.

Sebab keracunan makanan disebabkan oleh kondisi yang muncul akibat mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh organisme menular, seperti bakteri, virus, dan parasit. Ini bisa disebabkan lamanya waktu perjalanan para donatur menuju lokasi Posko bencana tanah longsor di Ngetos, berdampak basinya makanan siap saji.

“Sedangkan kontaminasi itu sendiri dapat terjadi saat makanan sedang diproses atau dimasak dengan tidak benar,” tandas Yuangga.

Sedangkan dilain pihak, dari sejumlah relawan dan Tim SAR yang ikut menyantap mie ayam yang disediakan pada pukul 20.00 WIB, belum diketahui ada yang mengalami gejala keracunan makanan.

“Ada teman teman yang mengaku ikut makan mie ayam, tapi tidak ada tanda tanda keracunan,” tutup Farid Kurniadi Tim Rescue Kantor SAR Surabaya.

Sementara Nafhan Tohawi Kadinsos P3A yang juga Plh BPBD Kabupaten Nganjuk karena tidak terlihat di lokasi pengungsian, maka media ini mencoba menghubungi via selulernya namun belum terhubung.  (ind/dn)

News Feed