Kamis, 9 September 2021, 20:04 WIB

PPKM Turun Level 3, Okupansi Hotel di Tulungagung Masih 15 Persen

Tulungagung, (afederasi.com) – Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun menjadi level 3. Hal itu, nampaknya tak membuat tingkat okupansi hotel di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung menjadi meningkat.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Nurwahidun. Menurutnya, penurunan level PPKM dari level 4 menjadi PPKM level 3, tidak terlalu berimbas pada tingkat kenaikan okupansi hotel di Tulungagung.

“Okupansi hotel masih stagnan, masih kisaran 10 hingga 15 persen,” katanya saat dikonfirmasi afederasi.com, Kamis, (9/9/2021).

Pria yang akrab disapa Wahidun ini menuturkan, meski hari libur tingkat okupansi hotel masih tetap bertengger di angka 10 hingga 15 persen.

“Hari kerja, hari libur seperti Sabtu, Minggu itu kalau di random masih di angka itu, (red- 10 hingga 15 persen),” tuturnya.

Disinggung soal, penyebab tingkat okupansi hotel di Tulungagung masih stagnan, Wahidun menjelaskan, tingkat okupansi hotel, diprediksi akan mengalami peningkatan. Apabila sektor pariwisata di lingkup Pemerintahan Kabupaten Tulungagung kembali dibuka.

“Kalau daerah lain, seperti Malang itu okupansi hotel meningkat karena wisata dibuka seperti, Jatim Park 2, BNS. Jadi pasti ada peningkatan. Sedikit banyak, ditutup atau dibuka sektor wisata pasti berpengaruh,” jelasnya.

Baca Juga  DPRD Tulungagung : Satgas Covid Tetap Tingkatkan Pengawasan Penerapan Prokes

Lanjut Wahidun menambahkan, bahwa para pengelola hotel di Kabupaten Tulungagung belum melakukan trobosan untuk menarik pengunjung.

“Semua pengusaha hotel dan restauran, belum memiliki strategi yang pasti, masih jalan saja. Mengandalkan meeting atau pertemuan instansi,” pungkasnya. (rra/dn)

News Feed