Jumat, 20 Agustus 2021, 11:52 WIB

Petani Kediri Mulai Lirik Tanaman Porang Sebagai Komoditi Unggulan

Kediri, (afederasi.com) – Sejumlah petani di Kabupaten Kediri mulai tertarik dengan budidaya tanaman porang yang bernilai ekonomi tinggi. Tak ayal belakangan ini para petani telah memulai bisnis jenis umbi tersebut.

Tawariono (51) Ketua Kelompok Petani Porang Agromandiri Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri menuturkan, jumlah petani porang di Kabupaten Kediri dari tahun 2018 hingga kini telah tersebar di beberapa kecamatan dan mencapai sekitar 400 orang.

“Petani binaan kami telah tersebar di Kecamatan Banyakan, Mojo, Semen, Grogol, kurang lebih 400 petani dan sekarang kami sedang membina ke wilayah kecamatan Kepung dan Puncu yang masih pertama di bulan ini,” ujarnya, Kamis (19/8/2021).

Beralihnya petani bukan tanpa alasan, menurut Tawar sapaan akrabnya, tanaman porang ini bisa dimanfaatkan dalam berbagai produk. Selain itu, tanaman porang ini bisa di tanam di lahan apapun.

Lebih lanjut, Tawar menambahkan jika tanaman ini bisa di tanam dengan sistem tumpang sari yakni dengan percampuran dengan tanaman lain. Seperti cabe, jagung, kedelai, dan tanaman sawah lainnya.

“Jadi selain mudah juga bisa menambah income tambahan dari petani itu sendiri,” ungkapnya.

Meski begitu, Tawar mengaku jika jumlah pasokan sekarang masih cukup kurang dari jumlah permintaan pabrik. Mengingat masa panen tanaman ini berkisar 8 bulan sekali.

“Distribusi masih kekurangan belum bisa imbang, permintaan pabrik 100 ton seminggu, namun petani kita biasanya masih setor 7 ton per minggu dengan harga Rp7 ribu hingga Rp10 ribu per kilo,” akunya.

Nantinya, pabrik akan mengolah hingga menjadi berbagai produk. Selama ini porang tersebut diambil sarinya dan digunakan untuk beras pati, agar-agar, serta kue.

Tawar berharap agar lebih banyak lagi petani di Kediri yang mencoba menanam tanaman ini.

“Perawatan juga cukup mudah tinggal dikasih pupuk organik seperti kotoran sapi atau kambing saja,” tutupnya.(sya/dn)

News Feed