oleh

Pemberlakuan Swab Antigen, Berdampak Pada Penurunan Penumpang KAJJ Hingga 50 Persen

Tulungagung, (afederasi.com) – Pasca diterapkannya persyaratan bagi calon penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ) wajib menunjukkan surat keterangan hasil swab antigen, membuat jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi KA mengalami penurunan hingga 50 persen.

Kepala Stasiun Tulungagung, Erwin Kurniawan mengatakan sebelum adanya pandemi Covid-19, jumlah penumpang KAJJ setiap harinya mencapai 1.200 penumpang. Namun, saat ini mengalami penurunan secara drastis, terlebih adanya pemberlakukan wajib menunjukkan hasil swab antigen bagi penumpang KAJJ.

“Semenjak diberlakukan persyaratan calon penumpang KAJJ wajib menyertakan surat rapid tes antigen yang negatif, penumpang turun drastis,” jelas kepala stasiun Tulungagung, Erwin Kurniawan.

Hal ini berdasarkan surat edaran Kemenhub No 23 tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dengan transportasi KA. Mulai (22/12/2020) hingga (8/1/2021) lalu penumpang KAJJ diharuskan dapat menunjukkan hasil swab anti gen yang negatif sebagai syarat untuk naik KA.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, namun berdasarkan dengan surat edaran (SE) Kementrian Perhubungan (Kemenhub) nomor 4 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dengan transportasi perkeretaapian dalam masa pandemi Covid-19, persyaratan itu diperpanjang hingga (25/1/2021) mendatang.

“Untuk mempermudah calon penumpang KAJJ, saat ini kami menyediakan pelayanan rapid tes anti gen di Stasiun Tulungagung,” ujarnya.

Erwin melanjutkan, pelayanan ini dimulai pada rabu (20/1/2021). Penumpang hanya membayar Rp105 ribu. “Pada hari ini per pukul 16.00 WIB tadi sudah ada 17 penumpang yang memanfaatkan pelayan ini. Untuk hasilnya dinyatakan negatif semua,” paparnya.

Menurut Erwin, apabila ada yang positif, pihaknya akan melakukan isolasi di stasiun terlebih dahulu. Kemudian untuk tiketnya akan di refund 100 persen.

Syarat untuk dapat melakukan rapid tes anti gen ini, penumpang KAJJ harus sudah memiliki kode booking terlebih dahulu. Kemudian mencetak tiketnya pada mesin cetak. “Setelah itu silahkan tanya pada petugas dan bilang mau melakukan rapid tes antigen,” tuturnya.

Pria ramah ini mengatakan batas berlakunya hasil rapid tes anti gen ini hanya 3×24 jam, pihaknya menghimbau kepada penumpang yang hendak melakukan rapid tes agar datang tidak terlalu mepet dengan jam keberangkatan. “Minimal satu harian, jangan terlalu mepet datangnya,” imbuhnya.

Erwin tetap menghimbau kepada pengguna KA lokal supaya tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Selalu memakai pakaian lengan panjang atau jaket, tidak berinteraksi dengan penumpang lain, dan mengecek suhu tubuh.

“Apabila suhu tubuh lebih dari 37 derajat celcius maka kita suruh untuk pulang,” tandasnya. (er/dn)

News Feed