oleh

Pelanggan Pasar Keputran Beralih Ke Pasar Lain, Pasca adanya Puluhan Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Surabaya (afederasi.com)Sejumlah warga yang biasa belanja di Pasar Kaputran kini mulai berpindah ke pasar lainnya, untuk membeli kebutuhan pokok. Pasalnya, pemkot telah memberlakukan penutupan sementara terhadap pasar Kaputran mulai Selasa (21/7/2020) – Senin (27/7/2020), pasca ditemukannya 37 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Seperti salah satu pelanggan di Pasar Keputran yang berjualan di Pasar Sepanjang bernama Djamilah, mengaku saat diliburkan, dirinya beralih berbelanja ke Pasar Krian dan Pasar Porong. Akan tetapi, perbedaan harganya sangat terlihat dan begitu juga kualitasnya.

“Bedanya adalah harga dan kualitasnya lebih bagus di Keputran. Kalau wortel bagus di Keputran, kalau di Porong itu kotor, jadi dari rumah harus bersihkan lagi. Kalau dari Keputran siap langsung jual,” ungkap Djamilah saat dikonfirmasi reporter Afederasi.com, Sabtu (25/7/2020).

Djamilah mengungkapkan, ketika mendengar informasi pasar Keputran diliburkan ia sempat kebingungan, ketika hendak membeli sayur di pasar mana nantinya. Hal ini, lantaran jika berkulak di Pasar Keputran bisa langsung dijual, berbeda jika beli di pasar lain.

Baca Juga  Sidak TPA Benowo, Ini yang Dilakukan Risma

“Ya kulakannya bingung, nggak biasa. Kalau Keputran kan malam habis dari Keputran langsung dijual, kalau ini pulang dari Porong dibawa ke rumah sampe rumah berangkat jam 01.00 malam bawa ke pasar. Kan kerja dua kali,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Romadhon, pedagang Pasar Sepanjang. Dia mengatakan, harga kulak di Pasar Keputran dengan pasar yang lainnya berbeda.

“Harganya lebih murah di Pasar Keputran, barangnya (sayur) juga lebih bagus, lebih seger. Jadi langsung siap dijual,” kata Romadhon.

Ia menjelaskan, terakhir dirinya berbelanja ke Pasar Keputran pada hari Senin (21/7/2020) saat terakhir buka sebelum diliburkan. Dia juga tidak merasa takut terpapar Covid-19, sebab merasa sehat.

“Endak (takut terpapar Covid-19), pokoknya merasa badannya sehat nggak ada was-was, Alhamdulillah sehat semua nggak ada perasaan corona,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB dan Linmas) Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan selama Pasar Keputran ditutup pada 21-27 Juli 2020, petugas gabungan melakukan pembersihan, sterilisasi, dan penyemprotan disinfektan mulai dari sisi luar Pasar Keputran Utara hingga bagian dalam pasar secara menyeluruh.

Baca Juga  Ekspor Jatim Naik 13,06 Persen, Berikut Rinciannya

“Hari demi hari kami lakukan sterilisasi. Untuk yang hari pertama ini pembersihan dan penyemprotan bagian luarnya. Keesokan harinya kami semprot bagian dalam pasar,” ujar Irvan.

Kendati demikian, penyemprotan disinfektan tersebut akan dilakukan secara masif di sekitar wilayah Pasar Keputran Utara tanpa terkecuali. Bahkan, setelah bagian luar dan dalam pasar steril, tahap berikutnya akan dilakukan pembersihan stan dan saluran.

“Kami bersihkan juga stan beserta saluran-salurannya. Artinya semua yang berhubungan dengan Pasar Keputran Utara akan disterilkan dan disemprot,” pungkasnya. (dwd/an)

News Feed