oleh

Peternak Ikan Gurame Keluhkan Harga Ikan Kian Menurun

Tulungagung, (afederasi.com) – Sejumlah peternak ikan gurame di Kabupaten Tulungagung  mengeluhkan harga ikan gurame yang kian menurun di tengah pandemi Covid-19. Dimana, kini harga ikan gurame sekitar Rp16 – 17 ribu perkilo kering.

Edi Purwanto salah satu peternak ikan gurame asal Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat mengatakan harga ikan gurame anjlok sejak dimulainya pandemi Covid-19 atau tujuh bulan lalu. Hingga kini harga ikan gurame kering sekitar Rp16-17 ribu per kilogram.

“Sebelum pandemi harga ikan normal Rp23 ribu per kilogram, namun kini hanya berkutat Rp16-17 ribu,” jelasnya kepada afederasi.com, Jum’at (2/10/2020).

Lebih lanjut Edi menuturkan dengan harga ikan saat ini, dia mengaku mengalami kerugian. Dimana, ketika harga normal dengan kapasitas ikan sebanyak 1.500 ekor dia dapat meraup hasil panen sekitar Rp 18,5 juta. Namun, kini dia hanya meraup Rp12,8 juta sekali panen.

“Ini saya baru panen, dari hasil panen 8 kwintal itu biasanya dapat Rp18,5 juta, tapi sekarang saya hanya dapat sekitar Rp12,8 juta,” tuturnya.

Baca Juga  Potensi Tsunami 20 Meter, Nelayan Pantai Popoh Tetap Melaut

Menurut Edi, faktor turunnya harga ikan gurame di Tulungagung itu disebabkan karena stok yang melimpah. Hal ini dikarenakan distribusi ikan gurame ke luar daerah tidak dapat dilakukan, karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) disejumlah kota/kabupaten. Sehingga, peternak hanya bisa pasrah ketika harga ikan turun secara drastis.

“Toko makanan di luar kota banyak yang tidak buka, sehingga pesanan ikan gurame dari luar kota tidak jalan,” jelasnya.

Edi mengaku jika hasil panen saat ini mengalami kerugian, melihat harga pakan ikan yang tidak mengalami penurunan. Dimana, setiap satu karung pakan ikan dengan berat 30 kilogram dipatok harga Rp300 ribu.

“Jumlah ikan sekitar 1.500 ekor itu membutuhkan 30 karung, dari jumlah itu terlihat biaya pakan ikan mencapai Rp9 juta,” katanya.

Edi yang sudah melakukan budi daya ikan gurame sejak 15 tahun lalu, kini hanya bisa pasrah dengan hasil panen tahun ini. Guna menyiasati kerugian, Edi kini juga menggeluti budi daya ikan hias yang saat ini harga ikan hias masih stabil. (is/dn)

News Feed