oleh

Pakar UNAIR Solusikan Perikanan Sebagai Sektor Pendongkrak Ekonomi Indonesia

Surabaya (afederasi.com) – Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Prof. Ir. Moch. Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D membeberkan beberapa solusi menjawab kondisi perdagangan Indonesia diera Covid-19.

Ia mengatakan, bahwa dalam roda perdagangan, Indonesia menjadi anggota ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tahun 1992 dengan tujuan menjadikan ASEAN pusat produksi dunia, menarik investasi asing, dan menciptakan pasar regional bagi Asia Tenggara.

Namun akhir-akhir ini perdagangan Indonesia terjadi suplus karena penurunan produk-produk impor dibandingkan produk-produk ekspor.

“Beberapa upaya yang bisa menunjang ekspor Indonesia adalah memperkuat natural product, pasar domestik, dan memberikan kejelasan mengenai kebijakan dan peraturan yang berpihak pada produk Indonesia,” ungkap Prof Amin saat dikonfirmasi afederasi.com, Kamis (3/8/2020).

Prof Amin menyebutkan, disamping itu Indonesia masih bisa melakukan ekspor sumber daya alam yang tidak bisa digantikan dan dibutuhkan dunia, contohnya adalah batu bara, minyak kelapa sawit dan produk agrikultural. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, ekspor perikanan di Indonesia terjadi penurunan, sebagian besar yang diekspor dalam bentuk produk mentah (raw material). Ia juga menjelaskan supaya tidak cepat berbangga hati dengan mengekspor produk mentah, karena trend ekspor ikan raw material akan mengalami penurunan karena terjadi reduksi pembelian.

Baca Juga  Kejari Tanjung Perak Musnahkan Barang Bukti dengan Cara Dibakar

“Jangan kita berpiarkan berpuas diri dalam ekspor barang mentah, menghilirisasi produk olahan. Perbandingan menjual raw material dengan olahan ikan bandingnya 10 : 100x lipatnya,” ujarnya

Solusi kedua, yakni Indonesia harus  menguatkan pasar domestik yang mendukung produk perikanan dengan harga yang pantas, sehingga terjadi peningkatan supply and demand perdagangan Indonesia. Salah satu upaya menguatkan pasar domestik adalah dengan mendukung UMKM kecil maupun menengah.

“Ketiga, yakni saat sedang menguatkan pasar domestik, diperlukan kebijakan perdagangan produk perikanan yang memihak bangsa,” kata Prof. Amin.

Dalam kebijakan ini, pihak pemerintah harus berani mengeluarkan kebijakan yang mendukung Indonesia, misalnya dari perbankan membantu finansial ke pengusaha perikanan, lalu kontribusi teknologi dan inovasi diciptakan oleh peneliti dan akademisi perikanan. Faktor peluang, lanjutnya, harus diciptakan dan difasilitasi semua pihak. Selain itu adanya koordinasi dan sinergi, serta tampungan untuk semua masukan harus bisa dimaksimalkan.

“Tren peningkatan produk olahan akan menjadi alternatif backbone industri perikanan kedepan,” pungkas Prof. Amin (dwd/yp)

News Feed