oleh

Melirik Budidaya Ikan Cupang Ditengah Pandemi

Tulungagung, (afederasi.com) – Tak dipungkiri, imbas Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi hampir semua lini usaha. Namun sepertinya hal ini tidak berlaku bagi pembudidaya ikan Cupang. Pasalnya, saat ini tren harga ikan hias tersebut kian meroket.

Salah satu pembudidaya ikan Cupang asal Desa Simo Kecamatan Kedungwaru Anang Setyawan mengungkapkan, sebelum Covid-19 mewabah, ia memiliki usaha percetakan dan fotokopi di sekitar kampus IAIN Tulungagung.

Namun karena saat ini mahasiswa diliburkan, otomatis omset percetakannya menurun drastis. Hal inilah yang memaksa dirinya untuk memutar otak untuk mencari penghasilan lain karena harus membayar biaya kuliah, dan kontrakan kios percetakan.

“Dengan sisa sedikit modal, saya harus berfikir bagaimana cara memeroleh penghasilan lebih,” kata Anang.

Pria berumur 24 tahun tersebut melanjutkan, setelah melihat informasi di youtube. Akhirnya Anang tertarik untuk mencoba budidaya ikan Cupang. Pelan tapi pasti, akhirnya Anang memiliki trik dalam hal merawat dan membudidayakan ikan Cupang.

“Menjadi petani ikan Cupang itu tidak terlalu sulit, hanya butuh ketelatenan, semua makhluk hidup pasti bisa terserang penyakit tapi penanganan yang tepatlah yang dapat meminimalisir tingkat kematian pada cupang,” jelasnya.

Baca Juga  Tak Bermasker, Gadis Cantik Hingga ASN Disanksi

Masih menurut Anang, ikan Cupang yang menginjak usia tiga bulan sudah tidak bisa di taruh didalam satu botol yang sama atau harus dipisah. Untuk airnya, harus rutin diganti setiap empat hari sekali.

“Makanan ikan Cupang adalah palet ikan khusus, cacing sutra, jentik nyamuk dan kutu air,” jelasnya.

Disinggung berapakah omzet penjualan ikan Cupang yang dibudidayakannya, Anang mengatakan saat ini harga Cupang melonjak hingga 3 x lipat dari harga belinya. Per satu ekor cupang yang berumur 4,5 s/d 5 bulan bisa dihargai Rp 300 rb sampai Rp 1 juta.

Adapun variasi ikan Cupang sangatlah banyak. Seperti, Koy Galaxi, Multicolour, Candy Fancy, dan Nemo. Harga beli per ekornya mulai dari Rp 10 rb sampai ratusan ribu.

“Dari modal awal yang cukup lumayan miring, dan saya bisa meraup keuntungan dari hasil budidaya ini, intinya tetap tlaten dan sabar dalam merawatnya,” kata Anang sambil memberi makan ikan Cupang. (er/yp)

News Feed