oleh

Harga Cabe Rawit Terus Melambung, Harga Komoditas Lainnya Stabil

Banyuwangi, (afederasi.com) –  Hujan yang mengguyur Kabupaten Banyuwangi dalam beberapa hari terakhir ini, berdampak terhadap harga cabe rawit yang kian melabung tinggi.

Tercatat pada Selasa, (23/2/2021) harga cabe rawit tembus Rp 85 ribu, di Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.

Kordiantor pasar Genteng 1 Sudarmanto, melalui Staf pencatat harga Arif Kurniawan menjelaskan, seperti ditahun sebelumnya, ketika musim penghujan biasanya harga cabe terutama cabe rawit mengalami kenaikan. Hal ini karena hasil panenan yang tidak maksimal, hingga stok barang terbatas.

“Banyak petani yang mengeluh, saat musim hujan kadang panenan cabe rusak atau busuk,” katanya.

Untuk harga cabe, tambah dia, terpantau sejak dua minggu ini mengalami kenaikan. Dimana, cabe rawit dijual Rp85 ribu, cabe merah besar dijual Rp35 ribu perkilogram dan cabe hijau Rp55 ribu perkilogram. Sedangkan untuk kebutuhan pokok lainnya, telor, daging, beras, dan sayuran harganya masih normal.

“Permintaan dari konsumen yang cukup banyak, sedangkan stok barang sedikit faktor yang bisa mempengaruhi harga kebutuhan tersebut melonjak,” terangnya

Arif menambahkan, kebutuhan seperti daging ayam, daging sapi, sayuran dan kebutuhan lain biasanya mengalami kenaikan menjelang bulan puasa. Kenaikan itu dipengaruhi oleh permintaan yang tinggi.

“Menjelang bulan puasa biasanya banyak kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. Masyarakat biasanya dibuat selamatan dan hajatan,” cetusnya.

Sementara itu salah satu pedagang cabe, Mufit (43) warga Desa Setail, Kecamatan Genteng mengaku, harga cabe memang ada kenaikan apalagi musim hujan. Sejak lima hari ini harga cabe terutama cabe rawit yang paling menonjol kenaikkannya.

“Cabe rawit sudah lama mahal, cuma naik turun. Namun lima hari terakhir harganya terus naik,” ungkapnya. (ron/dn)

News Feed