oleh

DPMPTSP : 2021, Targetkan Investasi Rp850 Miliar

Tulungagung, (afederasi.com) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung pada 2021 ini menargetkan investasi di Kota Marmer sebesar Rp850 Miliar.

Terget ini meningkat Rp50 Miliar jika dibandingkan dengan 2020 lalu, sebesar Rp800 Miliar.

“Artinya, untuk tahun ini naik sebesar Rp50 Miliar atau naik sebesar 6,25 persen,” ungkap Kepala DPMPTSP Tulungagung, Marjadji melalui Kabid Penanaman Modal, Suhartono kepada afederasi.com, Selasa, (16/2/2021).

Suhartono menuturkan pihaknya menaikan target sebesar Rp50 Miliar di tahun 2021 ini, dikarenakan pada 2020 lalu investasi di Tulungagung telah melampaui batas target. Dimana, dari Rp800 Miliar telah tercapai sekitar Rp1,9 Triliun.

“Alasan inilah yang melatarbelakangi kami untuk berani menaikkan target investasi di 2021. Meskipun sekarang di era pandemi, melihat ketercapaiannya di tahun lalu kita optimis,” ujarnya.

Menurut Suhartono, selain itu pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat dan provinsi untuk menaikkan target tersebut.

Disamping itu juga saat ini di Indonesia khususnya di Tulungagung sudah melakukan progam vaksinasi, dan nanti UU cipta kerja juga akan berpotensi untuk meningkatkan investasi.

Baca Juga  Investasi di Jatim Meningkat, Angka Pengangguran Bisa Ditekan

“Lahan yang berpotensi untuk meningkatkan investasi sebenarnya di ranah pariwisata dan UMKM. Namun, untuk saat ini sayangnya sektor wisata sedang ditutup,” paparnya.

Berdasarkan data yang dihimpun afederasi.com, pada 2020 lalu investasi di Tulungagung tercapai sebesar Rp1,9 Triliun. Jumlah itu didapat dari izin usaha mikro dan kecil (IUMK) sebesar Rp167 Miliar, sedangkan untuk non IUMK sebesar Rp1,8 Triliun.

Adapun lima sektor investasi di Tulungagung yaitu, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebesar 9,80 persen. Hotel dan restoran sebesar 6,82 persen, perdagangan dan reparasi sebesar 38,80 persen, jasa lainnya sebesar 4,74 persen, dan lainnya sebesar 31,42 persen. (er/dn)

News Feed