oleh

Dinas Pertanian Semprot Massal 20 H Tanaman Padi

Banyuwangi, (afederasi.com) – Dinas Pertanian Banyuwangi menggandeng PT Petrokimia Gresik, menggelar penyemprotan massal pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca pada lahan budidaya padi seluas 20 hektare di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

 

Phonska Oca merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair, dengan kandungan C-Organik minimal 6%, unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman.

 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menyatakan kegiatan ini merupakan upaya perusahaan untuk memperkuat sektor produksi pertanian dalam negeri di tengah wabah Covid-19. Dimana intensifikasi pertanian menjadi salah satu strategi untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan di tengah ancaman krisis pangan.

 

“Kegiatan ini kami laksanakan di enam kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dan tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan sosialisai dan edukasi serupa di berbagai daerah lainnya,” ujar Rahmad, Rabu (22/7/2020).

 

Sementara penggunaan pupuk Phonska Oca, lanjut Rahmad, merupakan upaya Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas tanaman sekaligus perbaikan kondisi tanah.

Baca Juga  Bupati : Kota Marmer Dipastikan tetap Jadi Penyangga Pangan di Jatim

 

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang yang menyebabkan kandungan bahan organik dalam tanah terdekomposisi dan semakin sedikit.

 

“Untuk itu melalui kegiatan ini, kami juga ingin meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, dalam hal ini adalah Phonska Oca” ujar Rahmad.

 

Terakhir, Rahmad mengajak kepada seluruh petani di Indonesia untuk menerapkan pemupukan berimbang. Yaitu perpaduan pupuk organik dan anorganik sesuai dosis yang dianjurkan. Tujuannya agar produktivitas pertanian dapat meningkat dan kelestarian alam tetap terjaga.

 

“Kami mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organik dan pemupukan berimbang demi keberlanjutan pertanian,” kata Rahmad.

 

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan menyampaikan terima kasih kepada PT Petrokimia. Menurutnya ini adalah inovasi baru yang dibuat pabrikan. Bahkan, inovasi ini banyak membantu pendapatan petani.

 

Luas pertanian di Bumi Blambangan, masih Arief hanya 66 ribu hektar. Sementara yang mendapat pupuk bersubsidi sekitar 50 %.

Baca Juga  Mentan : Stok Beras Hingga Akhir Juni Capai 7,49 Juta Ton

 

“Mereka butuh pupuk non subsidi. Mau tidak mau petani tidak tergantung pada pupuk bersubsidi. Bisa jadi tahun 2021 bisa jadi hanya 30%. Padahal Pemerintah menginginkan 60%. Sementara, yang dapat subsidi adalah petani yang masuk di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” paparnya.

 

Sekedar diketahui, dalam kegiatan ini, Petrokimia Gresik juga menghadirkan klinik pertanian, yaitu melalui Mobil Uji Tanah untuk konsultasi pemupukan dan anak perusahaan (Petrokimia Kayaku dan Petrosida Gresik) untuk pengendalian hama. Sehingga pengawalan Petrokimia Gresik menjadi lengkap, mulai dari kawalan teknis pemupukan hingga pengendalian hama.  (ron/am)

News Feed