oleh

Disnakertrans Usulkan 2,6 Persen Kenaikan UMK Kota Marmer kepada Pemprov Jatim

Tulungagung, (afederasi.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) 2021 sebesar 2,6 persen dari UMK 2020.

Dimana, usulan kenaikan UMK itu akan disampaikan kepada pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Timur (Jatim) pada Kamis, (12/11/2020) mendatang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh afederasi.com, pada Jumat (13/11/2020) mendatang merupakan batas waktu terakhir pengusulan UMK kepada Pemprov Jatim. Jadi, pihak Disnakertrans segera mengadakan rapat koordinasi terkait penetapan UMK Kota Marmer.

Kepala Bidang (kabid) hubungan industrial dan kesejahteraan tenaga kerja, Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Eko Kennis Yulianto mengatakan, pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi dengan asosiasi pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Tulungagung, dan serikat pekerja seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Tulungagung.

“APINDO dan SPSI telah memutuskan kebijakan secara bersama untuk mengusulkan kenaikan UMK sebesar Rp51 ribu,” ungkapnya.

Untuk UMK Kabupaten Tulungagung pada tahun 2020 ini sebesar Rp1,958,844 juta. Naik sebesar 2,6 persen setara dengan Rp51 ribu. Sehingga UMK Kabupaten Tulungagung pada tahun 2021 diusulkan sebesar Rp2,010,000 juta.

Baca Juga  Pemkab Tulungagung Belum Tetapkan Besaran UMK 2021

“Itu masih bersifat usulan dari pihak kami, untuk yang menetapkan tetap menunggu dari Gubernur Jatim,” jelasnya.

Eko melanjutkan, setelah rapat koordinasi dengan APINDO dan SPSI, kemudian dibuatkanlah berita acara tentang usulan kenaikan UMK dengan di tandatangani oleh seluruh dewan pengupahan lalu dilanjutkan kepada Bupati untuk mendapat tandatangan pengesahan.

“Setelah mendapat pengesahan dari bupati kami akan ke pemprov untuk pengajuan kepada Gubernur,” tandasnya. (er/dn)

News Feed