oleh

Dirut Baru PDAM : Serahkan Kasus Korupsi ke Penegak Hukum, Kami Fokus 3 Hal

Tulungagung, (afederasi.com) – Direktur Utama (Dirut) baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Cahya Agung Joko Purnomo mengaku tidak terlalu mengambil pusing dengan kasus korupsi yang menerpa perusahaannya.

Menurutnya, ia memilih menyerahkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum. Sedangkan untuk mengembalikan kepercayaan publik dan membawa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lebih baik, pria yang sudah 30 tahun berkecimpung di PDAM tersebut akan fokus dengan tiga hal.

“Saya serahkan kasus (korupsi-red) ke pihak berwajib, kami saat ini fokus tiga hal,” kata Dirut PDAM Tirta Jaya Joko Purnomo kepada afederasi.com Selasa (15/12/2020).

Joko mengungkapkan, usai resmi ditetapkan sebagai Dirut PDAM, dirinya langsung melakukan evaluasi dan pemetaan yang terjadi di tubuh PDAM Tirta Jaya. Hasilnya, ditemukan beberapa permasalahan seperti pelayanan, aliran air, dan sumber air.

“Nah permasalahan-permasalahan tersebut harus segera diurai, kita carikan solusinya,” imbuhnya.

Selain itu lanjut Joko, munculnya kasus korupsi di PDAM diawali karena masalah administrasi yang tidak beres. Padahal, tertib administrasi salah satu kunci sukses dari sebuah perusahaan.

Baca Juga  Ibu Mengajak Anaknya Bunuh Diri Minum Obat Ulat, Ini Penyebabnya

“Jika administrasi tertib dan terbuka, maka celah untuk korupsi akan semakin tertutup,” imbuhnya.

Masih menurut Joko, dirinya tidak memungkiri jika selama ini di PDAM ada masalah administrasi. Namun kedepan, poin ini akan diperbaiki. Jika ada yang nakal, tentua akan dipanggil.

Joko menambahkan, adapun tiga hal yang akan menjadi fokus atau prioritas kepemimpinannya pertama bagian produksi harus baik. Kedua,  menambah jumlah pelanggan dan konsumsi air. Ketiga, optimalisasi marketing agar produksi terus berjalan dan meningkat.

Seperti yang diketahui, Joko Purnomo ditetapkan menjadi Dirut PDAM Tirta Jaya sesuai Surat Keputusan Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo Nomor 188.45/381/013/2020 tentang pengangkatan dan penetapan direktur PDAM Tirta Cahaya Agung periode 2020-2025 tanggal 03 Desember 2020 lalu.

Joko Purnomo yang sudah 30 tahun berkecimpung di dalam tubuh perusahaan air tersebut berhasil mengalahkan dua pesaingnya dari internal PDAM. Keduanya yakni Kepala SPI (Satuan Pengawas Intern) Irwan, S.sos dan Kepala Bagian Perencanaan PDAM Giyanto Wibisono.

Alumni S1 fakultas sosial tersebut menjelaskan jika ia memang mendaftarkan diri ketika adanya pengumuman penerimaan Dirut PDAM setelah kekosongan kursi. Ia mengaku jika pendaftaran harus memenuhi syarat dari pansel. Pada tahun 2019 yang lalu, ia mengikuti pendidikan manajemen air yang menjadi salah satu syarat utama untuk menjadi dirut PDAM.

Baca Juga  Edarkan Sabu, Protolan SD Ditangkap Polisi

Kemampuan Joko Purnomo untuk memnahkodai PDAM Tirta Jaya tentu tidak diragukan lagi. Mengingat, ia memiliki pengalaman di pengairan yang cukup lama. Sejak tahun 1990 ia sudah menjadi karyawan di PDAM cabang ngunut bagian rekening pada usia 20 tahun. Selang lima tahun ia dimutasi menjadi kepala cabang PDAM Sumbergempol sampai tahun 2000.

Kemudian pada 2001, ia dimutasi ke bagian perencanaan sebagai Kasi pengawas lapangan sampai 2015, kemudian 2016 dimutasi lagi di bagian satuan pengawas intern (SPI) selaku kepala bidang SDM sampai  2019 menjabat sebagai hublang (hubungan pelanggan) hingga akhirnya terpilih menjadi dirut pada 2020 ini. (is/yp)

News Feed