Rabu, 1 September 2021, 19:18 WIB

Bupati Kediri Kucurkan Bantuan Rp5,5 Miliar bagi Peternak

Kediri, (afederasi.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengalokasikan dana sebesar Rp 5,5 miliar untuk para peternak di Kabupaten Kediri. Hal itu diberikan kepada para peternak yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan kepada 1.889 peternak di Kabupaten Kediri.

“Sebenarnya kegiatan ini saya rasa sangat wajar dilakukan pemerintah dalam membantu percepatan ekonomi para peternak yang terdampak oleh pandemi Covid-19,” ujar Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, Rabu (1/9/2021) siang.

Mas Dhito sapaan akrabnya menambahkan, para peternak tersebut akan menerima manfaat kurang lebih Rp 2,9 juta perorang. Jumlah tersebut diharapkan dapat membantu para peternak dalam melalui kondisi sulit yang saat ini sedang dihadapi.

Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini berharap agar bantuan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin agar pertumbuhan ekonomi meningkatkan sehingga kondisi perekonomian pada sektor peternakan membaik.

“Saya berharap bantuan ini tidak berlanjut, karena kalau tidak berlanjut artinya peternak tidak mengalami persoalan. Namun ketika mengalami kesulitan atau persoalan harga dan sebagainya akan kami lanjutkan. Harapan saya pribadi tidak dilanjutkan dengan dasar sudah bisa mandiri dan tidak mengalami kesulitan,” ujarnya.

Baca Juga  Resmi Beroperasi, TPA Sanitary Landfill Sekoto Mampu Tampung 80 Ton Sampah Per Hari

Lebih lanjut, ia mengatakan kondisi peternak di Kabupaten Kediri saat ini juga memprihatinkan. Dia mencontohkan peternak bebek yang awalnya memiliki 2000 ekor sekarang hanya tersisa 300 hingga 500 ekor.

“Kemarin kami juga bertemu dengan para peternak kambing, yang awalnya memiliki 8 ekor kambing untuk induk, saat ini hanya tersisa 2 ekor kambing kecil,” paparnya.

Sementara itu, Bayu, salah satu peternak ayam di Kecamatan Pare mengatakan, tingginya harga pakan serta operasional, ditambah harga jual yang rendah menyebabkan banyak peternak kesulitan mempertahankan usahanya.

Dia mengaku kandang miliknya yang awalnya penuh, saat ini juga hanya tersisa setengahnya saja yang masih terisi.

“Sekarang anjlok perkilogramnya Rp 17.200 namun saat ini harga jual perkilogramnya hanya Rp 15.000,” ujarnya. (sya/dn)

News Feed