oleh

Yunus Wahyudi Aktivis Anti Masker Ditetapkan Jadi Tersangka, Dijerat dengan UU ITE

Banyuwangi, (afederasi.com) – M Yunus Wahyudi yang sempat viral mengaku menjadi aktivis anti masker dan menganggap virus corona disease (Covid-19) di Banyuwangi tidak ada, kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

M Yunus diperiksa di Mapolresta Banyuwangi pada Selasa (13/10/2020) sekitar pukul 13.00 WIB sebagai saksi itu, akhirnya statusnya ditetapkan sebagai tersangka sekitar pukul 18.30 WIB setelah menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya Yunus dilaporkan oleh relawan Covid-19, Bambang warga Desa Songgon, Kecamatan Songgon. Laporan tersebut, tentang pernyataan Yunus yang menyebutkan Covid-19 tidak ada di Banyuwangi.

“Yunus kita periksa karena dilaporkan oleh warga asal Desa Songgon, ia seorang relawan Covid-19,” ungkap Kasat Reskrim AKP M Solikin Fery, SIK.

Fery menjelaskan, hasil pemeriksaan tersangka sebenarnya bukan masalah jenazah yang diambil paksa.  Namun, terkait pernyataan yang mengatakan Covid-19 di Banyuwangi tidak ada.

“Yunus dijerat pasal berlapis, ada tiga pasal yang menjeratnya,” katanya.

Tiga pasal itu, Pasal 14 ayat (1), ayat (2) UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana.

Baca Juga  Cari Mangsa, Ular Phyton Tiga Meter Gegerkan Warga

Pasal 93 UU RI Nomor 6 tahun 2018 tentang kekerantinaan kesehatan.

Pasal 45A ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Pemeriksaan sebagai tersangka ini akan terus kami tindak lanjuti, termasuk berkas pemeriksaan Yunus akan segera kami kirimkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi,” jelasnya saat menjelaskan melalui selular.

Sementara, pendamping hukum Yunus Wahyudi, Muhamad Sugiono menjelaskan awal mulanya Yunus sebagai saksi, setelah dilakukan gelar perkara Yunus menjadi tersangka.

“Langkah selanjutnya kami akan mengajukan penangguhan,” jelasnya. (ron/dn)

News Feed