oleh

Waspada Penggunaan Kantong Plastik untuk Daging Kurban, ini Bahayanya

Tulungagung, (afederasi.com) – Sebagian masyarakat masih sering memanfaatkan kantong plastik sebagai wadah daging kurban. Padahal hal ini tidak dianjurkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung. Sebab, dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan (Perbekes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Masduki membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, banyak beredar di pasaran kantong plastik yang dijual merupakan kantong plastik hasil daur ulang yang tidak dijamin keamanannya.

“Kantong plastik daur ulang ini tidak jelas fungsi sebelumnya apa, selain itu rata-rata mengandung logam berat timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Untuk itu sangat disarankan untuk menghindari penggunaan kantong plastik untuk wadah makanan,”jelasnya.

Masduki melanjutkan, timbal (Pb) yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan, maupun melalui tangan atau makanan yang terpapar tentu sangat berbahaya.

Sebab dapat menimbulkan berbagai masalah penyakit seperti kerusakan pada ginjal, hati, otak, saraf, bahkan alat repdoduksi. Sementara untuk usia anak, jika terpapar timbal dapat membuatnya hiperaktif, hilangnya nafsu makan, anemia, lesu, dan penurunan kecerdasan.

Baca Juga  Presiden Serahkan Seekor Sapi dengan Berat 1 ton, untuk Hewan Kurban

Masduki menyarankan untuk mengganti wadah daging kurban menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Seperti menggunakan besek atau wadah dari anyaman bambu, daun jati, daun pisang, maupun daun jati. Bahan-bahan ini relative lebih aman dan tidak menimbulkan dampak buruk pada Kesehatan.

“Penggunaan besek bambu ini saya rasa yang paling ideal. Namun jika tidak ada bisa diganti dengan wadah dari daun pisang juga tidak masalah,” jelasnya.

Namun saat ini sebagian masyarakat sudah ada yang mengubah kebiasaan beralih menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan memerlukan waktu.

“Ini sama hal nya mengubah kebiasaan. Memang memerlukan waktu, namun ini penting untuk membiasakan diri untuk menggunakan wadah ramah lingkungan,” pungkasnya. (an)

News Feed