oleh

Waspada Anak mudah Tertular Covid-19, Hingga kini 13 Anak Positif Corona

Tulungagung, (afederasi.com) – Kasus penularan coronavirus disease 2019 (covid-19) pada usia anak kembali terjadi. Ini membuktikan bahwa anak-anak masih menjadi kelompok rentan tertular virus. Satuan gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung kembali mengkonfirmasi satu pasien anak yang positif Covid-19.

Dengan demikian jumlah kumulatif pasien anak dibawah usia 14 tahun, hingga Sabtu (27/6/2020) sebanyak 13 anak. Dari jumlah itu, 10 anak telah dinyatakan sembuh. Sementara, 3 anak lainnya masih menjalani karantina di rusunawa IAIN Tulungagung.

“Hingga kini tercatat jumlah pasien anak sebanyak 13, dari jumlah itu 10 anak dinyatakan sembuh. Dan 3 anak masih menjalani isolasi di rusunawa IAIN Tulungagung,” ungkap wakil juru bicara satuan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro, Sabtu (27/6/2020).

Galih menuturkan untuk data terbaru pasien anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 yakni JA (8) warga Kecamatan Kedungwaru. Dimana pasien ini memiliki kontak erat dengan RSK, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster bank BUMN pada 16 Juni lalu. Namun, RSK terlebih dahulu dinyatakan sembuh pada Jum’at (26/6/2020) kemarin.

Baca Juga  Adanya Temuan Petugas Terkonfirmasi Covid-19, Layanan Puskesmas Simo Ditutup Sementara

“Ada tambahan satu pasien anak berusia 8 tahun. Dia memiliki kontak erat dengan pasien dari klaster bank BUMN. Atau level 2 klaster bank BUMN,” jelasnya.

Galih menjelaskan penularan terhadap anak ini bisa dari orang dalam pemantauan (ODP), orang dengan resiko (ODR), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG) bahkan dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Tentunya penularannya dari orang dewasa, karena anak – anak tidak bisa keluar (rumah) tanpa orang dewasa,” jelasnya.

Seharusnya proteksi terhadap anak seharusnya lebih tinggi daripada proteksi terhadap orang dewasa. Karena anak itu, system kekebalan tubuhnya tidak sekuat orang dewasa. Selain itu juga anak rentan tertular penyakit, tergantung status gizi anak tersebut.

“Dari pantauan dilapangan, sering kali anak tidak diproteksi bagus seperti orang dewasa. Contohnya, orang dewasa memakai masker namun si anak tidak menggunakan masker ketika keluar di pusat perbelanjaan,” katanya.

Tidak hanya itu, orang dewasa ketika setelah beraktifitas diluar walupun hanya sebentar. Itu wajib hukumnya ketika pulang harus mengganti baju dan mandi, barulah bercengkrama dengan keluarga.

Baca Juga  Viral, Beredar Video Aktivis Anti Masker Anggap Kematian karena Corona di Banyuwangi Hoax

“Karena apa, baju yang dipakai keluar tidak menutup kemungkinan virusnya nempel pada baju. Selain itu protokol kesehatan juga diterapkan kepada anak juga,” imbuhnya.

Sekedar diketahui harini tim GTPP Covid-19 Tulungagung tidak hanya mengkonfirmasi JAP, namun ada dua nama yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yakni DE yang berasal dari Kecamatan Tulungagung, dan HRY dari Kecamatan Sendang.

Kedunya berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan masing-masing memiliki kontak erat dengan kasus terkonfirmasi pasien dengan status PDP.

Sehingga total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 231 kasus hingga (27/6/2020). Dengan rincian 39 masih menjalani karantina di rusunawa IAIN Tulungagung, 21 pasien menjalani perawatan, 168 pasien dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Sedangkan data ODP sebanyak 1.526 orang, kemudian PDP sebanyak 660 orang dengan rincian 26 dirawat, meninggal dunia 190 dan sembuh 444 orang. (an)

News Feed