oleh

Viral, Video Satpol PP Surabaya Angkut Paksa Seorang Pria Karena Masker

Surabaya, (afederasi.com) – Video yang menayangkan aksi Satpol PP Surabaya mengangkat paksa seorang pria viral di media sosial pada Sabtu (10/10/2020).

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria yang sedang bekerja di salah satu tempat pengisian air galon sempat bersitegang dengan petugas Satpol PP, lantaran menurunkan masker ke dagu. Alhasil, pria yang diketahui bernama Andi tersebut secara serentak meninggikan nada.

Sejurus kemudian, pemilik usaha tersebut keluar dari rumahnya dan berusaha menghadang petugas Satpol PP serta berusaha melepaskan cengkraman petugas dari pegawainya tersebut. Namun, usaha tersebut sia-sia dan akhirnya Andi dimasukkan ke mobil petugas Satpol PP.

“Jangan begini pak, bilang baik-baik jangan pakai kekerasan seperti ini,” ungkap pemilik usaha yang memakai baju kuning dalam video tersebut.

Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, bahwa saat petugas melaksanakan Operasi Patuh Masker (OPM), Andi diminta petugas untuk ikut ke kantor Puskesmas Mojo untuk melaksanakan Swab Test. Namun, ia mengklaim bahwa Andi memberontak dan menolak sehingga terjadi pemaksaan, karena Andi takut dibawa ke Liponsos.

Baca Juga  Diduga Terhimpit Ekonomi, Warga Jatipandak Gantung Diri di Gubuk

“Menurut informasi, yang bersangkutan atas nama Subandi, warga Jakarta Barat dengan alamat Pulau Harapan No 21 Jakbar,” ujarnya.

Kendati demikian, Eddy mengatakan setelah pihaknya memberikan penjelasan bahwa maksud dari petugasnya adalah memutus pandemi Covid-19, dengan melakukan test swab. Terlebih lagi, Andi merupakan warga Jakarta yang saat ini sedang memberlakukan PSBB.

“Akhirnya yang bersangkutan memahami dan secara suka rela melakukan tes swab. Dia juga sudah minta maaf ke para petugas,” pungkas Eddy.

Sementara itu saat afederasi.com menemui pemilik usaha galon, ternyata yang bersangkutan tidak ingin memberikan jawaban. Ia berdalih tidak ingin memperpanjang masalah ini lantaran pegawainya tersebut sudah bisa pulang dan kembali bekerja.

“Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Karena dia (pegawai) sendiri sudah pulang dan sudah bisa bekerja lagi,” kata pemilik usaha tersebut.

Sementara itu, istri dari Andi yakni Halimatus Sakdiyah sendiri mengaku kaget saat ia mengetahui kejadian tersebut pada Sabtu lalu. Ia menceritakan saat suaminya sudah dimasukkan ke mobil, petugas tidak langsung membawanya ke puskesmas melainkan berkeliling dahulu untuk mencari pelanggar lain.

Baca Juga  Satlantas Tutup Sementara Pelayanan, Antisipasi Penyebaran Covid-19

“Karena memang ada razia, mereka (petugas) kan juga menjalankan tugas. Cuman mungkin caranya agak salah. Suami saya ditarik-tarik, dipiting di video itu. Kaya mereka itu gak memanusiakan manusia,” paparnya.

Namun ia tidak menyangkal bahwa suaminya tidak memakai masker dengan semestinya. Ia mengaku bahwa sudah berkali-kali menngingatkan suaminya agar memakai masker dengan benar.

“Harapan saya kita sebagai orang biasa kedepannya untuk petugas lebih bisa memanusiakan manusia. Sewajarnya saja seperti teguran, tidak perlu gotong-gotong seperti itu,” pungkas Halimatus (dwd/yp)

News Feed