oleh

Viral Video Risma Dikira Dibaptis, Ini Penjelasan Kominfo

Surabaya (afederasi.com) – Video Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat bersilaturahmi bersama para rohaniawan pada Senin (25/8/2020) viral di media sosial tweeter. Pasalnya, netizen menduga jika video tersebut adalah prosesi pembaptisan.

Video tersebut diposting ulang oleh akun twitter bernama @thewercokbucin dengan menambahkan caption “Ko ada yang berjilbab lagi diapain ini ada yang tau. Ini agama budaya”.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kominfo Surabaya M Fikser mengatakan bahwasanya jika kabar Risma dibaptis itu adalah hoaks. Dirinya menepis tudingan jika pertemuan tersebut diadakan disebuah gereja. Menurutnya, pertemuan tersebut hanya sebatas wali kota dan warganya, kebetulan masyarakat Surabaya memiliki perbedaan latar belakang.

“Jadi yang tanggal 25 Agustus 2020 itu bukan suatu prosesi pembaptisan seperti yang dikatakan akun itu. Hoaks itu, dan tempatnya juga bukan di gereja, bukan satu agama saja, tapi ada beberapa lintas agama,” ungkap Fikser saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2020).

Fikser menambahkan, bahwasanya dalam pertemuan tersebut juga membahas hal-hal yang umum, seperti pembangunan kota Surabaya dan menjaga kerukunan setiap umat beragama.

Baca Juga  Polda Jatim Gagalkan Peredaran 8,4 Kg Sabu

Akan tetapi lanjutnya, saat Risma akan meninggalkan lokasi, mendadak seluruh orang di dalam lokasi tersebut berdiri dan mendoakan Wali Kota yang masa jabatannya akan segera berakhir itu.

“Mereka secara spontanitas berdiri dan mendoakan ibu dengan cara mereka untuk kesehatan Ibu, suapaya Ibu bisa kuat sampai masa akhir jabatan,” ujarnya.

Karena itulah, ia menghimbau untuk warganet agar tidak mengambil kesimpulan sebuah video secara sembrono. Pasalnya, media sosial adalah wadah yang luas dan berpotensi menyebabkan banyak penggunanya juga ikut salah menafsirkan.

“Jadi gini, agamamu, agamamu, agamaku agamaku. Keyakinan ibu takkan terguncang. Dia itu muslim yang taat dan juga sudah pernah haji. Selain itu, keluarganya pun ada yang berlatar belakang NU dan Muhammadiyah,” pungkas Fikser. (dwd/yp)

News Feed