oleh

Viral..! Pria Dikabarkan Beristri Tiga Nikahi Anak 12 Tahun, Ini Penjelasan Ortu

Banyuwangi, (afederasi.com) – Kisah viral pria beristri tiga menikahi anak 12 tahun di Banyuwangi, ternyata menyimpan fakta yang cukup mencengangkan. Bahkan beberapa bertolak belakang.

Seperti diketahui, kasus tersebut melibatkan Nur Wahid. Pria usia 40 tahun warga Dusun Pacemengan, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi. Penelusuran awak media dilapangan, pihak keluarga membantah jika Nur Wahid, beristri tiga.

“Anak saya itu memang duda, menikah hanya satu kali dengan perempuan asal Tegaldlimo, dan kini menjadi duda, tidak benar jika anak kami disebut memiliki istri tiga,” ucap Saroni, bapak Nur Wahid, Selasa (28/7/2020).

Laki-laki renta tersebut juga menceritakan bahwa antara anaknya dengan si anak 12 tahun, Sebut saja Mawar, tidak ada ikatan pernikahan. Yang ada hanya tali perjodohan alias pertunangan. Sebuah fenomena yang banyak terjadi didaerah pinggiran di Indonesia.

Nasi telah menjadi bubur. Pemberitaan yang melesat kencang terlanjur telah meninggalkan label pria beristri tiga yang menikahi anak 12 tahun. Yang memaksa Saroni beserta keluarganya untuk menunduk malu pada tetangga dan masyarakat.

Baca Juga  Kenalan di Facebook, Diajak Pesta Miras, Dicabuli di Gazebo Dua Kali

Sriyani, ibu dari Mawar, juga menyampaikan hal yang sama. Dia dan anaknya harus menanggung aib.

“Kami itu hanya orang kecil, hanya bisa pasrah,” ungkapnya.

Wanita paruh baya itu mengakui bahwa Mawar adalah anak yang diadopsi dari saudara kandungnya sendiri, asal Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Sejak bayi, Mawar dirawat oleh perempuan warga Dusun Krajan, Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung, tersebut. Atau sejak sekitar tahun 2008 silam.

Seperti kebanyakan terjadi didaerah pelosok desa, empat bulan lalu Mawar ditunangkan dengan Nur Wahid.

“Lamaran (Tunangan) saja, bukan dinikahkan siri. Nanti setelah Mawar lulus SMA, baru akan dinikahkan. Nur Wahid memang pernah ke Pak Modin Manaf, tapi untuk mengurus surat cerai,” ucapnya.

Pada pertengahan Juli 2020, prahara itu terjadi. Saat menjelang Maghrib, saat Nur Wahid sedang berada dirumah sang tunangan, di Dusun Krajan, Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung. Dia disana lantaran usai dimintai tolong melakukan pemupukan tanaman jagung milik Sriyani.

Masih lekat diingatan Sriyani, kala itu sang ayah kandung Sumiyati datang. Diikuti Ketua RT dan Kepala Dusun Paeno.

Baca Juga  Enam Pasang Bukan Suami Istri, Diciduk Satpol PP

“Alasanya (Ketua RT dan Kepala Dusun Paeno), mau narik sumbangan, saya kasih Rp 10 ribu,” kisahnya.

Setelah itu, lanjut Sriyani, datang sekelompok orang yang mengaku sebagai oknum LSM. Dan langsung bertanya sambil membentak-bentak dengan nada tinggi kepada Nur Wahid.

“Karena ketakutan, saat itu Nur Wahid menjawab bahwa dia dan Mawar sudah nikah siri,” jelas Sriyani.

Apa yang terjadi saat itu, masih Sriyani, cukup dramatis dan menegangkan. Bahkan Mawar, sampai syok dan membuat penyakit sesak nafasnya kambuh. Hingga akhirnya pingsan.

Selanjutnya, Nur Wahid langsung dibawa ke pihak kepolisian. Memang antara Nur Wahid dan Mawar disebut tidak terikat tali pernikahan. Namun kepolosan keduanya saat menjalani pemeriksaan petugas Polresta Banyuwangi, harus membuat Nur Wahid mendekam dibalik jeruji tahanan. Mawar yang kini duduk di kelas 1 salah satu Madrasah Tsanawiyah, mengaku sangat trauma sekaligus menanggung malu.(ron/am)

News Feed