oleh

Viral, Beredar Video Aktivis Anti Masker Anggap Kematian karena Corona di Banyuwangi Hoax

Banyuwangi, (afederasi.com) – Pernyataan M. Yunus Wahyudi yang mengaku aktivis anti masker membuat gempar dunia maya. Pasalnya dia menyakini bahwa kematian orang karena Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi tidak ada alias hoax.

Video tersebut diunggah akun facebook ‘Luluk Terate’ dengan kata “Kendelle wong iki” selama masa unggahan 4 jam mendapat like 227 dan 21,4 ribu kali tayang.  Pada berdurasi 3:18 menit itu, Yunus yang ditanya kenapa tidak menggunakan masker menjawab jika ia sebagai aktivis anti masker. Karena di Kabupaten Banyuwangi ini diisukan banyak warga terkonfirmasi Corona. Covid itu memang ada tetapi tidak untuk Kabupaten Banyuwangi.

Pada durasi 0.15 itu, M Yunus Wahyudi mengaku pernah bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banyuwangi, dr Widji Lestariono yang biasa dipanggil dr Rio. Ia mengaku pernah menanyakan tentang adanya Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam durasi 0.40, ia menyebutkan bahwa dr Rio hanya menjawab tidak pak Yunus. “Nah berarti itukan hoax,” cetusnya secara lantang di video tersebut.

Baca Juga  Kota Surabaya Terapkan Perwali New Normal

Sedangkan dalam durasi 0.50 dalam video tersebut, Yunus mengatakan adanya ratusan santri yang positif Covid-19 itu hanya isu politik yang diciptakan oleh Bupati Anas. “Jadi covid di Banyuwangi ini ciptaan Bupati Anas, karena Covid di Banyuwangi ini tidak pernah ada. Jangan pernah menakuti-nakuti rakyat Banyuwangi.

“Saya sebagai aktivis kontrol, saya tidak senang dengan kelakuan Bupati Anas yang selalu ngomong jika di Banyuwangi zona merah,”katanya dengan dana tinggi.

Bahkan pada durasi 1.12, Yunus menantang taruhan dengan adanya isu Covid-19 tersebut. “Saya sebagai sistem kontrol, katanya disana disini ada Covid-19 di Banyuwangi. Itu impossible atau omong bohong,” tegas Yunus dalam Video tersebut.

Durasi 1.34, Yunus menyebut adanya Covid-19 ini hanya rekayasa yang dibuat Pemkab Banyuwangi yang dipimpin oleh Bupati Anas untuk menarik dana yang ada di pusat.

“Karena memang banyak dana yang disiapkan oleh pusat dalam penangananCcovid. Bahkan jika sampai meninggal dikubur dengan protokol kesehatan. Jangan pernah menakut-nakuti warganya. Ada warga Desa Kradenan, yang meninggal dikubur secara protokol. Saya stop, karena tidak ada Covid. Mereka yang meninggal-meninggal itu hanya sakit komplikasi saja.” jelas Yunus di video viral itu.

Baca Juga  Polisi Bekuk Pelaku Dugaan Penipuan Pencatut Kiai Azzaim

Sedangkan di durasi 2.39, Yunus meminta Bupati Anas untuk bertaubat. “Saya hanya berpesan tobatlah kamu. Dosamu sudah begitu besar, karena sudah banyak menipu rakyat dan sudah banyak korupsi dana yang ada di Banyuwangi. Cepat tobat, sebelum penjara yang membuat taubat kamu,” pungkas Yunus dalam video tersebut.

M. Yunus Wahyudi dikonfirmasi afederasi.com via telpon membenarkan jika video yang viral di media sosial facebook adalah dirinya. Dia menegaskan kasus kematian orang di beberapa kecamatan itu hoax disebabkan karena Covid-19.

“Apa yang saya katakan itu berdasarkan data,”tegas Yunus.

Bahkan lanjut Yunus pasca video viral, dia mendapatkan banyak telpon, salah satunya adalah dari intel Polres setempat. Yunus mengaku siap berhadapan dengan hukum jika ada yang memperkarakan.

“Mau ditangkap polisi dan dipenjara. Saya tidak Takut. Jika polisi tangkap saya dan siap menyerahkan diri karena ini sebuah perjuangan amar ma’ruf nahi munkar,”pungkasnya.

Terpisah,   Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banyuwangi, dr Widji Lestariono dikonfirmasi awak media enggan mengomentari video M. Yunus Wahyudi. (ron/am)

News Feed