oleh

Usai Kencani Waria, Residivis Ini Gondol Ponsel dan Uangnya

Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang residivis yang pernah kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas IIb Tulungagung kembali berulah. Pria berinisial ED (25) warga Desa Dono Kecamatan Sendang ini ditangkap karena diduga mencuri sebuah ponsel dan uang seorang waria berinisial SS (38) warga Desa/Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek yang baru dikencaninya.

Kini kasus tersebut masih didalami oleh penyidik lantaran ED sudah pernah enam kali merasakan jeruji besi.

“ED diamankan pada Senin (31/8/2020) sekitar pukul 17.00 WIB dipinggir jalan masuk Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru, dan saat ini sudah diamankan di Mapolres Tulungagung,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neni Sasongko.

Neni mengungkapkan, kasus pencurian dengan pemberatan ini berhasil terungkap berkat laporan dari salah satu warga Desa Dono Kecamatan Sendang yang bernama Dwi Indiawati. Pada Selasa (18/8/2020) yang lalu, Dwi Indiawati ini kehilangan dua buah ponsel merk Oppo A3s dan A31 serta satu unit kendaraan bermotor merk Honda Beat AG 5235 RDB.

Baca Juga  Guru dan Staf Dinas Pendidikan 'Libur' Hingga 30 Maret

“Merasa dirugikan, akhirnya Dwi Indiawati ini melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” katanya.

Setelah dilakukan penyelidikan lanjut Neni, akhirnya petugas berhasil mengidentifikasi pelaku pencurian tersebut. Dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, semuanya mengarah kepada ED yang tak lain masih bertetangga dengan Dwi Indiawati.

“Nah, saat ED ini diketahui berada di daerah Desa Tapan, ia langsung ditangkap,” katanya.

Neni melanjutkan, dari hasil penangkapan tersebut petugas langsung menginterograsi ED. Ternyata ED ini juga mengambil ponsel dan sejumlah uang milik korban SS. SS adalah seorang waria yang dikencani oleh ED.

“Jadi seusai berkencan, SS ini tertidur. Kemudian ponsel dan uangnya dibawa kabur oleh ED,” jelasnya.

Dari kejadian ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah ponsel merk A3s, dua buah dosbuk ponsel merk Oppo type A3s dan A31, satu unit sepeda motor Honda Beat AG 5235 RDB beserta, dan sebuah baju, kaos dan sebuah celana.

“ED ini juga mengaku pernah dua kali melakukan pencurian di SMAN 1 Karangrejo sebanyak dua kali,” imbuhnya.

Baca Juga  Imbas Covid-19, Jumlah Pemohon Paspor Menurun

Adapun modus pencurian di rumah Dwi Indiawati, ED memasuki pekarangan rumah dengan cara melompat melalui tembok belakang. Kemudian masuk ke dalam rumah melalui pintu depan yang tidak terkunci. Selanjutnya, ED mengambil dua ponsel dan satu unit sepeda motor.

Sedangkan modus pencurian dengan korban SS, ED ini bertemu dengan SS di gapura makam Desa Ngujang Kecanatan Kedungwaru. Setelah terjadi kesepakatan harga, ED diajak pulang oleh SS di rumah kosnya masuk Desa Ketanon. Saat terbangun, SS baru sadar jika ponsel dan uangnya sebesar Rp 50 ribu telah hilang.

Neni menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih terus menggali informasi dari ED termasuk menelusuri beberapa barang bukti yang belum ditemukan.

“Informasinya ED ini sudah enam kali pernah berurusan dengan polisi,” katanya.

Atas perbuatannya, ED bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara. (yp)

News Feed