oleh

Umbi Porang Mulai Dilirik Petani Lamongan, ini Kata Sekda

Lamongan, (afederasi.com) – Sejumlah petani di Kota Soto mulai melirik untuk menanam umbi porang. Selain mudah ditanam, umbi yang dikenal dengan nama iles-iles dari spesies Amorphophallus muelleri ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Suminto salah satu petani porang asal Dusun Mlarek Desa Adirejo Kecamatan Sambeng mengaku sudah setahun membudidayakan umbi porang. Pasalnya, tanaman porang bisa ditanam dengan sistem tumpang sari dengan tanaman jagung.

“Selain itu, tanaman porang juga tahan dari serangan hama tikus,” katanya.

Dari sisi ekonomis lanjut Suminto, hasilnya pun tidak kalah dengan tanaman tebu. Hal ini disebabkan karena permintaan pasar baik dalam maupun luar negeri sangat tinggi.

“Untuk menanam umbi porang ini juga tidak sulit karena mudah tumbuh dan cepat berkembang baik,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan bahwa Lamongan adalah daerah yang sangat subur. Menurutnya, semua komoditas bisa dibudidayakan di sini mulai dari pertanian, perikanan, kelautan dan sebagainya.

“Termasuk untuk menanam umbi porang, jika prospeknya bagus tentu bisa dikembangkan,” katanya disela-sela kunjungan di kebun porang Kamis (25/6/2020).

Baca Juga  Peringati HUT Bhayangkara ke-74, Polres Lamongan Gelar Khotmil Qur'an

Pria yang akrab disapa YES tersebut melanjutkan, kedepan akan mewujudkan Lamongan menuju kejayaan, salah satunya dengan bisnis tanaman porang ini.

“Permintaan dari luar negeri cukup tinggi, ini peluang yang bagus,” imbuhnya.

YES menambahkan, sejauh ini tanaman porang masih dibudidayakan petani disekitar hutan di sejumlah Kecamatan Kabupaten Lamongan. Seperti Kecamatan Sambeng, Kecamatan Modo, Kecamatan Kembangbahu dan Kecamatan Mantup.

Seperti yang diketahui, umbi porang ini mulai dilirik banyak petani di tanah air setelah muncul kisah sukses seorang petani di Madiun. Dimana, kehidupan petani tersebut berubah secara total setelah mengembangkan bisnis tanaman umbi porang.

Adapun manfaat porang ini yakni untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan jeli yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang. Umbi porang juga banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung.

Glucomannan itu sendiri merupakan serat alami yang larut dalam air, biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental. Bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang.

Baca Juga  GTPP Covid 19 Lamongan Launcing Dangdut Tangguh Semeru

Selain itu, porang adalah tanaman yang toleran dengan naungan hingga 60% dan dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl.

Tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena memiliki peluang yang cukup besar untuk diekspor. Catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya. (ra/yp)

News Feed