oleh

TMMD Bangun Jalan Sepanjang 2,5 KM dan 10 Unit Rumah Layak Huni

Nganjuk, (afederasi.com) – Sebanyak 100 personil TNI gelar Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 109 Korem 081/DSJ Kodim 0810 Nganjuk dengan membangun jalan sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 3 meter di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. Dimana jalan tersebut merupakan bagian dari jalan rintisan proyek strategis nasional Selingkar Wilis Selatan (SWS) di Kabupaten Nganjuk.

Disamping itu, juga melaksanakan perehapan Masjid atau Musholla, perbaikan gedung sekolah TK dan pembangunan rumah layak huni sebanyak 10 unit, serta pembangunan non fisik seperti melakukan penyuluhan, pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat, dengan rencana pelaksanaan selama satu bulan, terhitung mulai tanggal 22 September sampai 21 Oktober 2020.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat mengatakan, dengan adanya pengerjaan fisik dan non fisik dalam program TMMD ke-109 tahun 2020 oleh Kodim 0810/ Nganjuk dan Korem 081/dsj Madiun dengan tema TMMD Pengabdian Untuk Negeri, diharapkan akan dapat mempercepat pelaksanaan proyek SWS.

“Kegiatan ini merupakan dasar dari pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Nganjuk atau di wilayah Pegunungan Wilis dengan konsep bangun kuto noto desa yang sejalan dengan konsep TMMD itu sendiri,” kata Novi Rahman Hidayat dalam peresmian dimulainya program TMMD ke 109 di Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga  Angka Orang Positif Covid-19 Naik, Bupati Novi Geram
100 personil TNI gelar Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 109 Korem 081/DSJ Kodim 0810

Masih sebagaimana penjelasan Novi Rahman Hidayat, sebelumnya ditengah Pandemi Covid-19 di Kabupaten Nganjuk sempat ada refokusing dana untuk pembangunan jalan rintisan yang masuk dalam program kegiatan TMMD ke 109. Namun berkat dukungan anggaran yang disetujui DPRD Nganjuk maka program kegiatan TMMD bisa dijalankan sekarang ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada DPRD Nganjuk sehingga program TMMD dalam pembangunan jalan sepanjang 2,5 Km sebagai jalan rintisan proyek strategis nasional SWS bisa terlaksana hari ini,” ucap Novi Rahman Hidayat.

Memang, diakuinya, proyek strategis nasional SWS di Kabupaten Nganjuk merupakan bagian “Tunggo Rogo Mandiri” dari enam Kabupaten lain yang mengelilingi Gunung Wilis. Keenam Kabupaten Tersebut yakni Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Madiun. Dimana nantinya antar enam Kabupaten tersebut akan terhubung oleh satu jalan SWS dan juga disepakati proyek SWS itu semata untuk percepatan perkembanga perekonomian di enam Kabupaten tersebut.

“Untuk itulah, kegiatan TMMD di Kabupaten Nganjuk ini menjadi dasar dari proyek strategis nasional SWS yang ditargetkan selesai dikerjakan pada tahun 2023 mendatang,” tandas Novi Rahman Hidayat.

Baca Juga  Angka Orang Positif Covid-19 Naik, Bupati Novi Geram

Sementara Komandan korem 081/DSJ Madiun, Kolonel Infanteri Waris Ari Nugroho mengatakan, dalam kegiatan TMMD ke 109 di Kabupaten Nganjuk setidaknya diikuti 100 Prajurit TNI. Mereka berasal dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan angkatan Laut, termasuk Polri, Pemda, serta masyarakat. Mereka akan bekerja dalam kegiatan TMMD selama 30 hari kedepan. Dimana sebelumnya para prajurit yang mengikuti TMMD dilakukan rapid tes untuk mencegah adanya penularan covid-19.

“Prajurit TNI dalam menggelar TMMD tetap menjalankan Protokol Kesehatan dengan ketat, kami tidak ingin kehadiran Prajurit TNI dalam TMMD justru menjadi penyebar kasus covid-19,” kata Waris Ari Nugroho.

Dijelaskan Waris Ari Nugroho, program TMMD merupakan program untuk membangun fasilitas-fasilitas sosial yang berada di wilayah untuk kepentingan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan pembangunan yang ada di daerah guna mewujudkan ketahanan pangan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Prajurit TNI dalam pelaksanaan TMMD akan bersinergi dengan seluruh dinas di Kabupaten Nganjuk yang telah disusun dan ditetapkan,” tutur Waris Ari Nugroho, Selasa, 22/09/2020. (Ind/am)

News Feed