oleh

Terungkap, Tambang Ilegal Milik KW Beromzet Ratusan Juta Per Bulan

Tulungagung, (afederasi.com) – Pantas saja KW (45), pemilik tambang ilegal berupa pasir urug dan batu di Desa Pojok Kecamatan Campurdarat ini terus berupaya mempertahankan usahanya. Pasalnya, bisnis terlarang yang cukup menggiurkan ini ternyata beromzet ratusan juta dalam sebulan.

“Dalam sehari ada 30 rit sampai 40 rit, jika satu rit pasir urug seharga Rp 100 ribu, tinggal dikalikan saja berapa setiap hari dan sebulannya,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Wakapolres Kompol Yoghi Hadisetiawan Rabu (29/7/2020).

Yoghi melanjutkan, jika dalam sehari KW ini mendapatkan Rp 4 juta, berarti dalam satu bulan bisa mencapai ratusan juta. Hal ini belum termasuk harga batu yang mencapai Rp 700 ribu per rit.

“Jadi jumlah total pendapatan perhari minim Rp 4 juta sampai Rp 20 juta,” katanya.

 Yoghi mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, usaha pertambangan ini sudah digeluti sejak lima tahun yang lalu. Selama itu, setidaknya sudah ada tanah seluas 3,5 hektar yang menjadi sasaran alat pemecah batu hingga eksavator.

Baca Juga  Karang Taruna Citra Manunggal Berikan Paket Sembako kepada Penderita Tumor Payudara

“Tersangka ini selalu main kucing-kucingan dengan petugas. Saat diminta stop, dia berhenti, tapi nanti beroperasi lagi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka mengaku beroperasi seorang diri. Sedangkan alat-alat berat yang turut diamankan seperti alat pemecah batu dan dua eksvakator disewanya.

“Sementara hanya satu lokasi itu saja, belum ada laporan jika ada lokasi lain,” terangnya.

Yoghi menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 158 UURI No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batu bara, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Sementara itu, kepada awak media tersangka KW ini mengaku tidak ada rencana lari dari proses hukum yang menjeratnya. Menurutnya, selama ini ia berada di rumah saudaranya di Jakarta.

“Saya tidak melarikan diri, saya ke Jakarta ke rumah saudara,” katanya.

KW juga mengaku ia sudah lama berupaya untuk mengurus perizinan tambang tanah urug dan batu miliknya. Namun hingga saat ini ijin belum turun.

Baca Juga  Dua Anggota Bhabinkamtibmas Terima Penghargaan Kapolres, Ini Prestasinya

“Ijin sudah pernah urus, tapi tidak pernah tembus,” ucapnya singkat.

Seperti yang diketahui, KW ini sempat menjadi buron polisi karena tak terlihat batang hidungnya setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, KW akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya pada Selasa (28/7/2020) petang. (yp)

News Feed